MADANINEWS.ID, MAKKAH – Kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi yang mendapat apresiasi dari sejumlah pemimpin dunia disebut tidak lepas dari sistem pelayanan terintegrasi yang diterapkan Arab Saudi. Salah satu faktor yang paling menonjol adalah keberhasilan pengelolaan transportasi jutaan jemaah di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selama puncak pelaksanaan haji.
Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengumumkan musim haji tahun ini berakhir dengan sukses. Lebih dari 1,7 juta jemaah dari berbagai negara disebut dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dalam kondisi aman, tertib, dan nyaman.
Pengumuman tersebut disampaikan Wakil Gubernur Makkah sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz, pada Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, musim haji 1447 H ditandai dengan tingginya standar keamanan, organisasi, serta pelayanan komprehensif yang memungkinkan jemaah menunaikan ibadah dengan tenang.
Pangeran Saud menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari dukungan penuh kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi yang diiringi pengawasan ketat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Dukungan Relawan dan Integrasi Lembaga
Keberhasilan musim haji tahun ini juga disampaikan Presiden Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Dr. Abdurrahman Al-Sudais.
Ia mengumumkan keberhasilan implementasi rencana operasional kepresidenan untuk musim haji 1447 H yang didukung berbagai program dan inisiatif pelayanan kepada jemaah.
Menurut laporan SPA, Al-Sudais menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi, sinergi kelembagaan, serta keterlibatan ribuan relawan yang bertugas selama musim haji.
“Al-Sudais mengaitkan keberhasilan musim ini dengan dukungan kepemimpinan Kerajaan, integrasi kelembagaan, dan kontribusi 13.879 relawan dan lembaga mitra,” lapor SPA.
Pujian Mengalir dari Dunia Arab dan Islam
Keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 mendapat respons positif dari sejumlah pemimpin dunia Arab dan Islam.
Berdasarkan laporan SPA dan Asharq Al-Awsat, ucapan selamat disampaikan kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman atas keberhasilan melayani jutaan jemaah selama musim haji.
Di antara tokoh yang menyampaikan apresiasi tersebut adalah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Kuwait Syekh Meshal Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, Sultan Oman Haitham bin Tariq, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, hingga sejumlah pimpinan organisasi regional seperti Liga Arab dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Sultan Oman secara khusus menyoroti pemanfaatan teknologi modern dan mobilisasi sumber daya yang dilakukan Arab Saudi dalam mendukung pelayanan kepada para tamu Allah.
WHO Apresiasi Haji Bebas Wabah
Apresiasi juga datang dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Lembaga tersebut menyoroti pengumuman Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang menyatakan musim haji 2026 berlangsung tanpa wabah penyakit maupun ancaman kesehatan masyarakat.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan Arab Saudi dalam mengelola aspek kesehatan pada kegiatan yang melibatkan jutaan peserta dari berbagai negara.
Menurut WHO, upaya petugas kesehatan selama musim haji mencerminkan tingginya standar pengelolaan kesehatan dalam pertemuan massal berskala global.
Metro Masyair Jadi Tulang Punggung Mobilitas Jemaah
Salah satu faktor yang disebut berkontribusi besar terhadap kelancaran haji tahun ini adalah operasional Metro Masyair di kawasan Armuzna.
Berdasarkan laporan Saudi Gazette, Perusahaan Kereta Api Arab Saudi (SAR) mengoperasikan sekitar 1.800 perjalanan Metro Masyair selama musim haji untuk melayani mobilitas lebih dari 1,9 juta jemaah.
Layanan tersebut beroperasi selama tujuh hari, mulai 7 Zulhijah atau 24 Mei hingga berakhirnya pergerakan jemaah pada hari-hari Tasyrik, 30 Mei 2026.
Metro Masyair melayani pergerakan jemaah antara sembilan stasiun yang berada di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Sistem transportasi tersebut digunakan untuk mengangkut jemaah menuju Arafah, melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah, menuju Mina, hingga mengakses kawasan Jembatan Jamarat selama hari-hari Tasyrik.
“Perusahaan tersebut mencatat bahwa rencana operasional terpadu mendukung kelancaran mobilitas dan memfasilitasi pergerakan jemaah haji antar tempat suci selama musim haji,” demikian lapor Saudi Gazette seperti dikutip, Senin (1/6/2026).
Keberhasilan pengelolaan transportasi massal tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi utama yang mendukung kelancaran operasional haji 2026 sekaligus memperkuat reputasi Arab Saudi sebagai penyelenggara ibadah haji terbesar di dunia.
