MADANINEWS.ID, JAKARTA — Membangun pribadi yang berhasil pada dasarnya seperti membangun produk atau perusahaan. Untuk berhasil perlu membangun branding yang kuat. Demikian disampaikan Wiwid Taher dalam acara pembekalan di masa karantina Duta Muslimah Preneur 2019 yang diselenggarakan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia pada Kamis (29/03) di Hotel Grand Shahid Jaya Jakarta.
Menurut Wiwid Tahir, dengan brand yang kuat, pemilik brand dapat mengembangkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif yang dimiliki. Untuk itu brand perlu untuk dibentuk dan dibangun dengan sungguh-sungguh, agar menghasilkan citra positif yang diinginkan.
4 Tipe Kepribadian
Menurut Wiwid kembali, manusia secara garis besarnya terdiri dari 4 tipe kepribadian.
1. Koleris : semangat, optimis, keras kepala, percaya diri
2. Melankolis: analitis, tenang, sensitif.
3. Plegmatis: cinta damai, sabar, tenang, acuh
4. Sanguinis: hangat, terbuka, dan percaya diri.
Keempat tipe ini, harus dapat diketahui terlebih dahulu untuk dapat menjadi landasan kekuatan dalam membrandingkan diri sendiri.
Branding diri sendiri artinya adalah sebuah cara untuk memasarkan diri atau image (citra) diri kita secara individu sesuai dengan Packaging yang kita buat.
Langkah Praktis Menyusun Branding
Menurut Wiwid, ada 7 langkah yang harus dilakukan jika seseorang ingin membangun personal branding yang seharusnya. Dimana diantara adalah sebagai berikut.
1. Lakukan identifikasi diri
2. Pahami nilai-nilai inti yang diyakini: “what mist important to you”.
3. Identifikasi passion
4. Identifikasi potensi, bakat dan kemampuan anda yang paling dikuasai
5. Pilih 5 point dari bakat anda yang paling disukai dan dibanggakan.
6. Organize, yaitu satukan semua potensi dan kesukaan anda tersebut untuk menjadi sebuah representasi diri
7. Membuat Tagline untuk diri sendiri.
Khusus hal terakhir yaitu tagline, ia harus menjadi bagian dari kepribadian yang ingin semua orang tahu tentang diri kita. Karena itu untuk membangunnya, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Demikian pula dalam mempertahankan setelah berhasil dibangun.
Karena itu Wiwid Taher berharap agar calon para Duta Muslimah Preneur mampu mengembangkan diri dengan membangun tagline diri mulai sekarang, serta dapat mempertahankan. Mereka juga tidak perlu iri dengan yang yang dimiliki lainnya karena pada dasarnya manusia itu masing-masing memiliki keunikan.
“Jika ada yang memang lebih dari kita, kita tidak boleh kecil hati apalagi bersedih. Kita bisa ajak mereka untuk bersinergi”, pungkas Wiwid. Terlebih experience yang kita miliki bisa untuk mendukung segala sesuatunya menjadi lebih mudah.
Kegiatan DMP 2019 merupakan ajang kontestasi pemilihan para muslimah preneur muda berprestasi yang diselenggarakan IPEMI dengan dukungan Wardah Beauty Cosmetics Indonesia dan majalah Madani, yang merupakan majalahnya IPEMI, sekaligus bacaan wajib anggota IPEMI.
Acara ini diikuti oleh 30 finalisyang terpilih dari seleksi DMP di seluruh Kabupaten Kota dan Wilayah Provinsi di Indonesia serta perwakilan dari 5 Negara dimana IPEMI berada.
Di kompetisi Grand Final DMP tingkat nasional ini, para peserta akan diuji mengenai berbagai skill dan keterampilan serta pengetahuan tentang dunia wirausaha oleh dewan juri.
Dewan Juri Grand Final DMP 2019 beranggotakan kalangan professional, motivator, entrepreneur dan tokoh ekonomi syariah tanah air. Ini seperti Valentino Dinsi, M. Lutfi Handayani MM., MBA (Ketua Dewan penasehat IPEMI/CEO & Pimpinan redaksi Majalah Madani, Ikhwan Asrin SE, M. SI, Dr. Yayuk Apriani, SE., MM, Melani Lamina Suharli, Ria Baraba, Nurhayati Subakat serta Victoria B. Simanungkalit.
Selama proses Grand Final DMP ini, para Finalis akan terlebih dahulu melalui proses karantina dan mendapat pembekalan mengenai Muslimah Character Building, Manajemen Wirausaha, Ekonomi Syariah, dan beberapa pengetahuan lainnya. Materi-materi tersebut akan disampaikan olehberbagai Narasumber dan tokoh-tokoh kenamaan seperti pakar ekonomi syariah M. Syafii Antonio, Tokoh Entrepreneur Indonesia Valentino Dinsi, Motivator Wiwied Taher hingga Agus Pramono (Mas Mono)/owner Ayam Bakar Mas Mono.(Irawan)
