MADANINEWS.ID, MADINAH – Kepresidenan Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kembali melakukan penguatan organisasi dengan menunjuk Syaikh Dr. Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi sebagai Asisten Presiden Urusan Keagamaan Masjid Nabawi. Penunjukan ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan bagi jutaan jemaah dan pengunjung Masjid Nabawi.
Keputusan tersebut ditetapkan oleh Presiden Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Prof. Dr. Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais.
Dalam keterangannya sebegaimana dilaporkan The Islamic Information, Al-Sudais menyebut pengangkatan Syaikh Ahmad Al-Hudzaifi bertujuan memperkuat tata kelola administrasi dan pengembangan keilmuan di lingkungan Kepresidenan Urusan Keagamaan. Langkah tersebut juga diharapkan mendukung pertumbuhan kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan keagamaan yang diberikan kepada para jemaah dan pengunjung Masjid Nabawi.
Al-Sudais turut menyampaikan ucapan selamat kepada Syaikh Ahmad Al-Hudzaifi atas amanah baru tersebut.
Ia juga mendoakan agar Syaikh Ahmad diberikan kemudahan dan keberkahan dalam menjalankan tugasnya serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi Masjid Nabawi dan seluruh pengunjungnya.
Putra Imam Besar Masjid Nabawi
Syaikh Dr. Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi merupakan putra dari Syaikh Ali Al-Hudzaifi, salah satu imam dan khatib senior Masjid Nabawi yang telah mengemban tugas tersebut selama sekitar 40 tahun.
Syaikh Ahmad kemudian mengikuti jejak sang ayah dengan diangkat sebagai imam dan khatib Masjid Nabawi. Dengan demikian, ayah dan anak tersebut sama-sama dipercaya menjadi imam dan khatib di masjid yang berada di Kota Madinah.
Dalam beberapa kesempatan, Syaikh Ahmad memimpin salat sebagai imam, sementara ayahnya berada di saf belakang sebagai makmum.
Menjadi imam dan khatib di Masjid Nabawi merupakan amanah yang melalui proses seleksi ketat. Seorang calon harus memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari integritas pribadi, kedalaman ilmu agama, kemampuan menghafal dan membaca Al-Qur’an dengan baik, hingga memperoleh persetujuan dari Raja Arab Saudi selaku Penjaga Dua Masjid Suci.
Berkarier dari Masjid Quba hingga Masjid Nabawi
Sebelum bertugas di Masjid Nabawi, Syaikh Ahmad Al-Hudzaifi merupakan imam dan khatib di Masjid Quba, masjid pertama yang didirikan Nabi Muhammad SAW setelah hijrah dari Makkah ke Madinah.
Selain aktif sebagai imam, ia juga merupakan dosen di Universitas Islam Madinah, tepatnya pada Departemen Sains dan Tafsir Al-Qur’an. Di perguruan tinggi tersebut pula ia menyelesaikan pendidikan magister dan doktor.
Kariernya di Masjid Nabawi dimulai pada Ramadan 1438 Hijriah atau 2017 Masehi saat dipercaya menjadi imam tamu dalam salat Tarawih. Setelah beberapa kali mendapat penugasan, ia kemudian diangkat sebagai imam tetap dan pada 2022 mulai dipercaya menjadi khatib Masjid Nabawi.
Pengangkatan Syaikh Ahmad Al-Hudzaifi sebagai Asisten Presiden Urusan Keagamaan Masjid Nabawi menjadi bagian dari upaya Kepresidenan Urusan Keagamaan untuk memperkuat pelayanan, pembinaan keilmuan, serta tata kelola kelembagaan di salah satu masjid suci umat Islam tersebut.
