MADANINEWS.ID, JEDDAH – Arab Saudi terus mendorong digitalisasi layanan haji seiring besarnya arus kedatangan jemaah internasional dari berbagai negara. Menjelang penyelenggaraan Haji 2026, kerajaan menghadirkan robot interaktif multibahasa yang dirancang untuk membantu jemaah mengatasi kendala komunikasi saat tiba di negara tersebut.
Menurut theislamicinformation, Teknologi ini menjadi bagian dari modernisasi layanan haji, terutama untuk menjawab tantangan klasik berupa hambatan bahasa di tengah mobilitas jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia.
Robot pintar tersebut ditempatkan di Guests of the Merciful Service Center di Al-Kharj, salah satu pusat penerimaan jemaah terbesar di Arab Saudi yang menjadi titik awal kedatangan bagi jemaah yang masuk melalui jalur darat menuju Makkah.
Bisa Layani Jemaah dalam 69 Bahasa
Robot interaktif ini diperkenalkan oleh insinyur Osama Al-Shumaimri dan dirancang untuk membantu menjawab berbagai pertanyaan umum dari jemaah saat pertama kali tiba.
Dengan kemampuan berkomunikasi dalam 69 bahasa, perangkat tersebut diharapkan memudahkan jemaah memperoleh informasi penting dalam bahasa masing-masing tanpa harus sepenuhnya bergantung pada penerjemah manusia.
Kehadiran teknologi ini dinilai menjadi solusi atas kompleksitas komunikasi dalam penyelenggaraan haji, mengingat jemaah datang dari beragam negara dengan latar bahasa yang berbeda-beda.
Sebagian jemaah diketahui tidak menggunakan bahasa Arab maupun Inggris, sehingga kebutuhan terhadap layanan informasi multibahasa menjadi semakin penting.
Ditempatkan di Hub Strategis Kedatangan Jemaah
Pusat layanan Guests of the Merciful Service Center di Al-Kharj memiliki posisi strategis dalam operasional penyelenggaraan haji.
Fasilitas ini berada di jalur utama perjalanan darat menuju Makkah dan menjadi salah satu titik kontak pertama bagi jemaah sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Dengan luas area lebih dari 50.000 meter persegi, pusat layanan ini mampu menampung hingga 35.000 jemaah dalam satu waktu.
Besarnya kapasitas tersebut menjadikan lokasi ini sebagai titik vital untuk distribusi informasi, pengarahan perjalanan, hingga dukungan layanan praktis bagi jemaah internasional.
Pemanfaatan robot multibahasa ini menjadi bagian dari strategi Arab Saudi untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperkuat pengalaman ibadah jemaah melalui pendekatan berbasis teknologi.
