MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah memperluas titik keberangkatan jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan Haji 2026. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan akses layanan dan kenyamanan jemaah, seiring dengan percepatan persiapan haji yang kini menjadi salah satu agenda strategis nasional.
Kementerian Haji dan Umrah resmi menetapkan Provinsi Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai embarkasi baru pada musim haji tahun depan. Kebijakan tersebut disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penyelenggaraan haji sebagai prioritas nasional.
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, penambahan embarkasi dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan bagi jemaah sekaligus mengurangi beban embarkasi yang selama ini telah beroperasi.
“Tahun ini ada tambahan dua embarkasi, yaitu embarkasi di Banten untuk Jawa Barat dan embarkasi di Yogyakarta. Jogyakata ini agak istimewa karena kita membuka embarkasi tanpa memiliki asrama haji,” ujar Gus Irfan, Kamis (8/1/2026).
Yogyakarta Jadi Percontohan Embarkasi Tanpa Asrama
Untuk embarkasi Yogyakarta, Kemenhaj menerapkan skema berbeda. Seluruh tahapan persiapan jemaah, baik keberangkatan maupun kepulangan, akan memanfaatkan hotel sebagai asrama haji sementara.
“Ini menjadi percontohan bagaimana embarkasi bisa berjalan tanpa asrama haji,” jelasnya.
Model ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi di daerah yang belum memiliki infrastruktur asrama haji permanen.
Selain membuka titik embarkasi baru, Kemenhaj juga melakukan evaluasi terhadap asrama haji yang telah beroperasi di sejumlah daerah. Asrama yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan akan segera diperbaiki sebelum masa pemberangkatan jemaah dimulai.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terpenuhi di seluruh embarkasi yang digunakan pada Haji 2026.
Di luar aspek embarkasi, Gus Irfan menyebut persiapan penyelenggaraan haji 2026 menunjukkan perkembangan signifikan, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Pemerintah telah memastikan dua syarikah yang akan melayani jemaah haji Indonesia, termasuk kesiapan lokasi utama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Untuk layanan pendukung, transportasi dan konsumsi jemaah di Arab Saudi disebut telah mencapai 100 persen. Sementara itu, akomodasi jemaah di Madinah telah terealisasi sekitar 93 persen, sedangkan akomodasi di Makkah masih dalam tahap finalisasi.
Dari sisi pembiayaan, proses pelunasan biaya haji juga mencatat capaian tinggi. Hingga penutupan sementara, tingkat pelunasan jemaah haji reguler mencapai 95,42 persen, sementara jemaah haji khusus sekitar 96 persen. Pemerintah optimistis seluruh kuota haji 2026 dapat terpenuhi dalam waktu dekat.
