MADANINEWS.ID, MAKKAH – Pengajuan dan penerbitan visa Haji 2026 akan ditutup tepat pada 1 Syawal 1447 H atau bertepatan dengan 20 Maret 2026. Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, menegaskan keputusan ini tidak akan diperpanjang.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi dan Pameran Haji ke-5 yang dihadiri lebih dari 100 menteri, mufti, dan pejabat urusan haji pada 10-12 November lalu, seperti dilaporkan Kantor Berita Saudi (SPA).
Al-Rabiah meminta seluruh negara pengirim jemaah untuk memastikan pengajuan visa dilakukan sebelum batas waktu, guna mencegah praktik haji ilegal, yang menjadi fokus utama pemerintah Saudi untuk musim haji mendatang.
Penutupan Lebih Awal dan Persyaratan Kesehatan Baru
Penutupan pengurusan visa Haji 2026 lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, di mana pemvisaan resmi Haji 2025 baru dihentikan 26 Mei 2025.
Selain batas waktu, Al-Rabiah menekankan sertifikat istitha’ah kesehatan sebagai syarat penerbitan visa. Dokumen ini harus ditandatangani kepala kantor kesehatan dan ketua delegasi medis, serta diverifikasi melalui platform elektronik Masar.
Pemerintah Saudi menegaskan, kesehatan jamaah menjadi prioritas utama. Pemeriksaan acak akan dilakukan di terminal kedatangan, dan jamaah yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat dipulangkan.
Kondisi Kesehatan yang Dapat Menggugurkan Kelayakan
Mengacu pada ketentuan otoritas kesehatan Arab Saudi, beberapa kondisi yang bisa menggugurkan kelayakan jamaah Haji 2026 antara lain:
-
Gagal fungsi organ utama, seperti gagal ginjal dengan cuci darah, gagal jantung dengan gejala pada aktivitas ringan, penyakit paru kronis yang membutuhkan oksigen berkala, atau kerusakan hati lanjut.
-
Gangguan saraf atau penyakit jiwa berat yang menurunkan kesadaran atau menghambat gerak.
-
Demensia pada usia lanjut.
-
Kehamilan trimester akhir atau berisiko tinggi.
-
Penyakit menular aktif seperti tuberkulosis paru aktif atau demam berdarah/hemoragik.
-
Pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau terapi lain yang melemahkan imunitas.
Dengan kebijakan baru ini, pemerintah Arab Saudi berharap proses penyelenggaraan Haji 2026 berjalan lebih teratur, aman, dan sesuai standar kesehatan ketat.
