Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Hati-hati! Iklan Haji Palsu Makin Marak di Medsos Jelang Haji 2026

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 April 2026 | 08:30
rubrik: Haji & Umrah
Arsy Buana (HAJJ) Bikin Jejaki Potensi Bisnis Akomodasi Jemaah Haji Umrah di Arab Saudi

Kabah-Masjidil Haram. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MAKKAH – Menjelang musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, pemerintah Arab Saudi memperingatkan maraknya penipuan berkedok perjalanan ibadah yang banyak beredar di media sosial. Ministry of Interior Saudi Arabia menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap iklan haji palsu dan biro perjalanan tanpa izin.

Mengutip Saudi Gazette, otoritas Saudi mengingatkan warga lokal maupun ekspatriat agar tidak mudah tergiur promosi yang menyesatkan, seiring meningkatnya modus penipuan yang berpotensi merugikan calon jamaah.

Wajib Cek Legalitas Penyelenggara

Pemerintah Saudi menekankan agar masyarakat melakukan verifikasi terhadap penyelenggara haji sebelum mendaftar. Layanan yang dipilih harus memiliki izin resmi dan tercantum dalam situs Kementerian Haji dan Umrah.

Selain itu, masyarakat diminta aktif melaporkan pelanggaran aturan haji melalui nomor darurat 911 untuk wilayah Makkah, Madinah, Riyadh, dan Provinsi Timur, serta 999 untuk wilayah lainnya.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari penguatan pengawasan sekaligus perlindungan masyarakat dari praktik penipuan yang meningkat menjelang musim haji.

Pemerintah RI Perkuat Edukasi WNI

Peringatan serupa juga disampaikan pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Direktur Jenderal Bina PHU Puji Raharjo dan Konsul Jenderal RI Jeddah Yusron B. Ambary pada 3 April 2026.

Kedua pihak sepakat meningkatkan edukasi publik agar Warga Negara Indonesia (WNI) tidak terjebak dalam praktik haji non-prosedural.

“Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa Pemerintah Arab Saudi hanya mengakui visa haji resmi sebagai dokumen sah untuk beribadah haji,” ujar Puji dikutip dari situs resmi Kemenhaj RI.

Jangan Tergiur Jalur Cepat

Yusron mengingatkan masyarakat agar memastikan jenis visa sebelum berangkat ke Tanah Suci.

See also  Kuota Haji Jawa Barat Dipangkas, Ribuan Jemaah Harus Tertunda Berangkat

“Masyarakat jangan mudah terbujuk iming-iming jalur cepat. Visa ziarah, visa kunjungan, atau dokumen lainnya di luar ketentuan tidak dapat digunakan untuk berhaji. Hanya visa haji yang ditetapkan otoritas Saudi yang diterima,” tegas Yusron.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak hanya terpaku pada nama paket perjalanan seperti haji Furoda, melainkan memastikan legalitas penyelenggara serta kepastian visa.

“Masyarakat jangan terpaku pada nama paketnya, tetapi pastikan kepastian visa hajinya, legalitas penyelenggaranya, dan kesesuaian prosedur dengan aturan resmi pemerintah,” tambahnya.

Tags: haji 2026haji bodongiklan haji palsuPenipuan Hajipercepatan haji
Previous Post

Nekat Angkut Jemaah dengan Visa Ilegal ke Makkah? Siap Siap Kena Denda 400 Juta!

Next Post

Terbang 10 Jam ke Tanah Suci, Ini Aturan Yang Wajib Jamaah Ketahui Saat di Pesawat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks