MADANINEWS.ID, Jeddah – Konferensi Haji dan Umrah kelima di Jeddah menyoroti langkah Arab Saudi dalam memperkuat layanan bagi jemaah, mulai dari kepatuhan media hingga kelancaran pergerakan di lokasi suci.
Dalam sesi dialog, para pejabat membahas upaya Otoritas Regulasi Media untuk mencegah konten yang tidak pantas serta memastikan standar media terpenuhi. Sebuah platform khusus kini memeriksa publikasi dan mengeluarkan izin media, memastikan praktik media aman dan berkualitas.
Selain itu, seluruh jemaah diwajibkan memiliki kartu Nusuk untuk mempermudah akses ke Masjidil Haram dan berbagai layanan, sehingga ritual haji dapat dijalankan dengan nyaman. Para pejabat menekankan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan jadwal pergerakan antar situs suci demi keselamatan jemaah.
“Musim haji merupakan salah satu pertemuan manusia terbesar di dunia. Keberhasilannya mencerminkan perencanaan dan koordinasi yang matang di antara seluruh pihak yang melayani jemaah,” kata pernyataan salah satu pejabat seperti dilansir dari SPA, Kamis (13/11). Sistem teknologi pintar, analisis data operasional, dan inisiatif peningkatan kualitas menjadi kunci dalam memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah.
Konferensi yang berlangsung 9–12 November di Jeddah Superdome ini juga menampilkan inovasi terbaru dari pemerintah dan sektor swasta, termasuk transportasi pintar, layanan kesehatan canggih, dan manajemen kerumunan berbasis digital. Delegasi dari berbagai negara Islam dan operator Haji menilai langkah ini sebagai bentuk komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan pengalaman ibadah jemaah.
