Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Layanan Jemaah Haji di 11 Embarkasi Gunakan Sistem One Stop Service

Abi Abdul Jabbar Sidik
22 April 2026 | 10:30
rubrik: Haji & Umrah
Layanan Jemaah Haji di 11 Embarkasi Gunakan Sistem One Stop Service

Jemaah haji kloter pertama 2026 di Asrama Haji Pondok Gede. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, SURABAYA – Sebanyak 11 embarkasi di Indonesia mulai memberangkatkan kloter perdana jemaah haji pada Rabu (22/4/2026) dengan penerapan sistem layanan terpadu “One Stop Service” (OSS). Skema ini diterapkan untuk memastikan seluruh proses pelayanan sejak awal keberangkatan berjalan sesuai standar operasional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Abdul Haris, menyatakan sebagian besar embarkasi telah menjalankan layanan sesuai SOP melalui sistem OSS.

“Layanan pertama bagi jamaah harus betul-betul terjamin. Sebagian besar embarkasi sudah melaksanakan SOP yang kami tetapkan, yaitu OSS,” kata Abdul Haris setelah melepas jamaah calon haji kloter pertama di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

Ia menjelaskan, penerapan OSS menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pelayanan optimal bagi jemaah sejak tahap awal keberangkatan.

11 Embarkasi Mulai Berangkatkan Kloter Perdana

Pemberangkatan jemaah haji tahun ini telah dimulai secara bertahap sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari di berbagai embarkasi.

“Alhamdulillah hari ini dan sebagian tadi malam atau dini hari, kami sudah memulai keberangkatan kloter-kloter perdana di sebagian besar embarkasi yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah berharap seluruh proses keberangkatan dapat berjalan lancar sesuai harapan Presiden dan Menteri Haji dan Umrah.

Antisipasi Jemaah Nonvisa Haji

Selain memastikan layanan berjalan sesuai standar, pemerintah juga mengantisipasi potensi keberangkatan jemaah tanpa visa haji resmi.

“Biasanya keberangkatan haji dibarengi dengan problem, di antaranya jamaah nonvisa haji itu sudah kita antisipasi bersama pemangku kepentingan lain agar tidak terjadi,” ucapnya.

Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk imigrasi, guna mencegah kendala di bandara maupun di Arab Saudi.

Untuk pelayanan di Tanah Suci, pemerintah memastikan berbagai kebutuhan jemaah telah dipersiapkan, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga konsumsi.

See also  Delegasi Amirul Hajj Indonesia Berangkat 11 Agustus 2018

Persiapan penerimaan jemaah di Madinah juga telah dikoordinasikan, termasuk layanan dari bandara menuju hotel serta fasilitas kesehatan.

Sekitar 100 hotel disiapkan di Madinah untuk menampung jemaah haji Indonesia.

Dokumen Lengkap Sejak Embarkasi

Abdul Haris menambahkan, seluruh kelengkapan dokumen jemaah telah terpenuhi sejak di embarkasi, termasuk visa dan Kartu Nusuk.

Distribusi Kartu Nusuk didukung kerja sama dengan dua syarikah yang membuka layanan di Indonesia guna memastikan proses aktivasi berjalan lancar.

“Alhamdulillah tahun ini jamaah ketika datang sudah menerima seluruh dokumen yang dibutuhkan mulai dari visa, termasuk Kartu Nusuk,” jelasnya.

Tags: embarkasi hajihaji 2026one stop service haji
Previous Post

Saudi Siapkan 12.000 Penerbangan untuk Jemaah Haji 2026

Next Post

Mau Berangkat Haji? Ini Doa Agar Selamat di Perjalanan Hingga Sampai di Tanah Suci

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks