Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Kemenag Tepis Isu Kain Ihram Jemaah Haji Bukan Buatan Dalam Negeri

Abi Abdul Jabbar Sidik
12 September 2018 | 10:10
rubrik: Haji & Umrah
Kemenag Tepis Isu Kain Ihram Jemaah Haji Bukan Buatan Dalam Negeri

Kain Ihram Indonesia. (foto:istimwewa)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, JAKARTA – Kementerian Agama RI menepis isu soal kabar bahwa kain ihram yang dibagikan kepada jemaah haji Indonesia bukan buatan dalam negeri. Isu berembus dari pernyataan mantan Deputi Senior Bank Indonesia Anwar Nasution menilai Menteri Agama keliru karena membeli kain ihram buatan China untuk jemaah haji Indonesia.

Tuduhan ini dibantah oleh Plt Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri yang juga Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadhan Harisman.

Menurut Ramadhan, jemaah haji laki-laki yang akan berangkat memang mendapatkan kain ihram, tapi bukan dari Kementerian Agama, melainkan dari Bank Penerima Setoran awal (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sedang untuk jemaah perempuan, mereka mendapatkan mukena.

“Kain ihram untuk jemaah haji reguler dibuat sendiri oleh pengrajin dengan bahan berupa benang nomor 12S dari pabrik benang di dalam negeri,” tegas Ramadhan di Jakarta dilansir dari situs Kementerian Agama RI.

Ia menjelaskan benang nomor 12S merupakan benang yang juga digunakan untuk pembuatan handuk. Kain ihram yang dibagikan kepada jemaah oleh BPS, terbuat dari benang nomor 12S tersebut. Kain ihram itu ditandai dengan sablon berwarna hijau bertuliskan “Indonesia”.

“BPS melakukan kontrak pembuatan ihram dengan pengrajin dari Majalaya dan Pekalongan. Pabrik tempat pembuatan kain ihram tersebut menggunakan benang nomor 12S,” ujarnya.

Ramadhan mengakui bahwa ada juga kain Ihram yang dijual di pasaran yang berasal dari China. Namun, dia memastikan kalau kain yang diberikan BPS ke jemaah reguler buatan dalam negeri.

“Tuduhan bahwa Kementerian Agama memberikan kain ihram buatan China kepada jemaah tidak sesuai fakta,” tegasnya lagi.

Sebelumnya juga diberitakan, Mantan Deputi Senior Bank Indonesia Anwar Nasution mengatakan salah satu yang menyebabkan nilai tukar rupiah melemah yaitu keputusan pemerintah yang memberangkatkan jemaah haji dan umrah dalam jumlah yang cukup besar. Hal itu dinilai dapat menguras devisa negara

See also  Perpustakaan Masjid Nabawi, Pusat Ilmu dengan Koleksi 180 Ribu Buku dan Manuskrip Kuno
Tags: Anwar NasutionKain Ihram
Previous Post

Disebut Pengiriman Jamaah Haji Perlemah Rupiah, Ini Jawaban Kemenag

Next Post

Anjuran Melaksanakan Puasa Asyura

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks