MADANINEWS.ID, JOMBANG – Kisah perjuangan warga kecil kembali mencuri perhatian menjelang musim haji 2026. Sutaji (66), pedagang kerupuk keliling asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dipastikan akan menunaikan ibadah haji setelah puluhan tahun menabung dari hasil berjualan sederhana.
Pria asal Dusun Budug, Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan itu menjadi salah satu calon jemaah haji yang kisah hidupnya menginspirasi karena ketekunannya menyisihkan penghasilan sejak muda demi mewujudkan impian ke Tanah Suci.
Bertahan Jualan Kerupuk Pakai Sepeda Ontel Sejak 1970
Di tengah perubahan zaman dan modernisasi alat transportasi, Sutaji tetap setia menggunakan sepeda pancal untuk mencari nafkah.
Ia sudah berjualan kerupuk keliling sejak 1970, mengambil dagangan dari pabrik di Desa Senden dan menjajakannya ke berbagai wilayah di Jombang.
“Setiap hari saya berkeliling membawa sekitar 5 kilogram kerupuk. Saya ambil dari pabrik di Desa Senden. Alhamdulillah, biasanya habis dalam waktu satu jam,” ujar Sutaji, Selasa (3/2/2026).
Dengan sepeda ontelnya, ia menyusuri rute dari Peterongan hingga Mojongapit.
Tabungan Haji Dimulai dari Rp200 Sehari
Keinginan berhaji, menurut Sutaji, sudah tertanam sejak lama. Ia mulai menabung sejak era 1980-an, ketika penghasilannya masih sangat kecil.
Saat itu, ia hanya memperoleh sekitar Rp1.000 per hari, namun tetap berusaha menyisihkan uang sedikit demi sedikit.
Ia mengaku menyimpan Rp200 setiap hari untuk tabungan haji.
Kini, pendapatannya meningkat hingga rata-rata Rp100 ribu per hari. Meski begitu, gaya hidup sederhana tetap ia jalani.
Separuh penghasilannya disisihkan untuk tabungan, sementara sisanya digunakan memenuhi kebutuhan keluarga.
Niat Berhaji Sejak Menikah
Sutaji mengatakan niat berhaji sudah muncul sejak ia menikah dengan istrinya, Siti Hana, pada awal 1980-an.
“Niat haji sudah ada sejak saya menikah dengan istri saya, Siti Hana, pada awal 1980-an. Prinsip saya, yang penting niat, bisa menahan diri, dan tidak boros,” tuturnya.
Perjalanan pasangan ini menuju Tanah Suci juga dilakukan bertahap.
Siti Hana (62) lebih dulu mendaftar haji pada 2012, sedangkan Sutaji menyusul pada 2019 setelah tabungannya mencukupi.
Keduanya kini tercatat sebagai calon jemaah haji asal Kabupaten Jombang yang dijadwalkan berangkat pada 2026.
Sutaji berharap kisah hidupnya bisa menjadi dorongan bagi masyarakat bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi menunaikan rukun Islam kelima.
“Siapa pun yang punya niat baik, semoga Allah SWT memudahkan jalannya,” pungkasnya.
