Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Berawal Dari Nabung Rp200 Sehari, Pedagang Kerupuk di Jombang Wujudkan Mimpi Berhaji

Abi Abdul Jabbar Sidik
3 February 2026 | 10:00
rubrik: Haji & Umrah
Berawal Dari Nabung Rp200 Sehari, Pedagang Kerupuk di Jombang Wujudkan Mimpi Berhaji

Kakek Sutaji (66), pedagang kerupuk keliling asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dipastikan akan menunaikan ibadah haji setelah puluhan tahun menabung dari hasil berjualan sederhana. (foto:dok/ist)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JOMBANG – Kisah perjuangan warga kecil kembali mencuri perhatian menjelang musim haji 2026. Sutaji (66), pedagang kerupuk keliling asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dipastikan akan menunaikan ibadah haji setelah puluhan tahun menabung dari hasil berjualan sederhana.

Pria asal Dusun Budug, Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan itu menjadi salah satu calon jemaah haji yang kisah hidupnya menginspirasi karena ketekunannya menyisihkan penghasilan sejak muda demi mewujudkan impian ke Tanah Suci.

Bertahan Jualan Kerupuk Pakai Sepeda Ontel Sejak 1970

Di tengah perubahan zaman dan modernisasi alat transportasi, Sutaji tetap setia menggunakan sepeda pancal untuk mencari nafkah.

Ia sudah berjualan kerupuk keliling sejak 1970, mengambil dagangan dari pabrik di Desa Senden dan menjajakannya ke berbagai wilayah di Jombang.

“Setiap hari saya berkeliling membawa sekitar 5 kilogram kerupuk. Saya ambil dari pabrik di Desa Senden. Alhamdulillah, biasanya habis dalam waktu satu jam,” ujar Sutaji, Selasa (3/2/2026).

Dengan sepeda ontelnya, ia menyusuri rute dari Peterongan hingga Mojongapit.

Tabungan Haji Dimulai dari Rp200 Sehari

Keinginan berhaji, menurut Sutaji, sudah tertanam sejak lama. Ia mulai menabung sejak era 1980-an, ketika penghasilannya masih sangat kecil.

Saat itu, ia hanya memperoleh sekitar Rp1.000 per hari, namun tetap berusaha menyisihkan uang sedikit demi sedikit.

Ia mengaku menyimpan Rp200 setiap hari untuk tabungan haji.

Kini, pendapatannya meningkat hingga rata-rata Rp100 ribu per hari. Meski begitu, gaya hidup sederhana tetap ia jalani.

Separuh penghasilannya disisihkan untuk tabungan, sementara sisanya digunakan memenuhi kebutuhan keluarga.

Niat Berhaji Sejak Menikah

Sutaji mengatakan niat berhaji sudah muncul sejak ia menikah dengan istrinya, Siti Hana, pada awal 1980-an.

“Niat haji sudah ada sejak saya menikah dengan istri saya, Siti Hana, pada awal 1980-an. Prinsip saya, yang penting niat, bisa menahan diri, dan tidak boros,” tuturnya.

See also  Pengumuman! Saudi Kini Bolehkan Jemaah Kunjungi Raudhah Lebih dari Sekali

Perjalanan pasangan ini menuju Tanah Suci juga dilakukan bertahap.

Siti Hana (62) lebih dulu mendaftar haji pada 2012, sedangkan Sutaji menyusul pada 2019 setelah tabungannya mencukupi.

Keduanya kini tercatat sebagai calon jemaah haji asal Kabupaten Jombang yang dijadwalkan berangkat pada 2026.

Sutaji berharap kisah hidupnya bisa menjadi dorongan bagi masyarakat bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi menunaikan rukun Islam kelima.

“Siapa pun yang punya niat baik, semoga Allah SWT memudahkan jalannya,” pungkasnya.

Tags: haji 2026jemaah haji indonesiakisah inspiratifmenabung hajitabungan hajitukang kerupuk naik haji
Previous Post

Muhadjir Effendy Ungkap Arah Baru Haji Era Prabowo, Tak Sekadar Ritual Ibadah

Next Post

BSI Resmi Jadi Persero, Perkuat Peran sebagai Bank Syariah BUMN Strategis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks