MADANINEWS.ID, Jakarta — Rencana pemanfaatan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi dipastikan belum dapat direalisasikan pada musim haji tahun ini. Pemerintah menyatakan aset hotel yang disiapkan untuk mendukung kawasan tersebut masih dalam proses pembelian, sehingga belum siap digunakan untuk operasional haji.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, salah satu hotel yang direncanakan menjadi bagian dari Kampung Haji diperkirakan baru akan menyelesaikan proses akuisisi pada April 2026.
“Tahun ini belum kita bisa kita gunakan. Kemarin kita sudah koordinasi dengan Danantara 2026 kita belum bisa menggunakan, karena Novotel itu yang baru dibeli itu baru selesai proses pembeliannya sekitar bulan April,” ujar Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Minggu (11/1/2026).
Akuisisi Hotel Belum Rampung
Dahnil menjelaskan, belum rampungnya proses pembelian hotel menjadi faktor utama tertundanya pemanfaatan Kampung Haji pada musim haji tahun ini. Pemerintah masih menunggu selesainya seluruh tahapan akuisisi sebelum aset tersebut dapat difungsikan.
Menurut dia, koordinasi lintas pihak terus dilakukan agar proses berjalan sesuai rencana, meski realisasinya membutuhkan waktu.
Selain persoalan akuisisi hotel, pembangunan fisik Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi juga belum dimulai. Hingga saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap awal berupa proses penawaran atau bidding.
“Belum (dibangun), baru mulai, baru bidding. Untuk yang tower tanah itu baru bidding,” ungkap Dahnil.
Ia menegaskan, secara keseluruhan pembangunan Kampung Haji merupakan proyek jangka menengah hingga panjang yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
“Nah kalau untuk Kampung Haji secara keseluruhan pasti butuh waktu, karena proses pembangunan dan sebagainya,” ucapnya.
Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan proyek Kampung Haji Indonesia agar ke depan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
