MADANINEWS.ID, Makkah – Jelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), suhu di Kota Makkah melonjak tinggi hingga menyentuh 46 derajat Celcius. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pun mengingatkan jemaah untuk lebih waspada dan menjaga stamina agar tetap sehat selama menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.
“Jumlah jemaah yang datang semakin bertambah, baik dari Madinah maupun dari Tanah Air. Saat ini, lebih dari 71 ribu jemaah haji Indonesia telah berada di Makkah, dan akan terus bertambah hingga mencapai 203 ribu orang,” kata Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. M. Imran, dalam konferensi pers di Kantor Urusan Haji Makkah, Senin (19/5/2025).
Menurutnya, suhu ekstrem dan kepadatan jemaah dari berbagai negara berisiko menimbulkan kelelahan, dehidrasi, hingga memperparah penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan pernapasan.
Ini 5 Tips Jaga Kesehatan dari PPIH:
-
Istirahat Dulu Sebelum Umrah Wajib
Setibanya di Makkah, jemaah disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum melaksanakan umrah wajib agar tubuh tidak drop akibat kelelahan perjalanan panjang. -
Hindari Aktivitas Luar Ruangan saat Terik
Jangan keluar hotel antara pukul 10.00 hingga 16.00 WAS. Ini adalah waktu dengan paparan panas tertinggi yang berisiko menyebabkan heatstroke atau dehidrasi. -
Perbanyak Minum Air, Terutama Zamzam
Jangan tunggu haus! Idealnya, jemaah minum sekitar 200 cc air setiap satu jam saat beraktivitas. Air zamzam sangat dianjurkan karena kandungan mineralnya. -
Gunakan Masker saat Sakit
Bila mengalami batuk atau flu, gunakan masker untuk mencegah penularan ke jemaah lain, apalagi di tengah kerumunan padat seperti Masjidil Haram. -
Prioritaskan Ibadah Ringan bagi yang Punya Penyakit Kronis
Bagi jemaah dengan penyakit seperti jantung, diabetes, atau gangguan paru, sebaiknya tidak memaksakan diri melaksanakan umrah sunah. Fokuskan pada ibadah ringan seperti zikir, tadarus, dan sedekah dari kamar hotel.
Bagi jemaah lanjut usia dan disabilitas, sangat disarankan untuk menggunakan kursi roda saat tawaf dan sa’i, dan selalu didampingi oleh jemaah yang lebih sehat atau muda. Jika muncul keluhan kesehatan, segera periksakan diri ke dokter haji di lokasi.
Terpisah dari Rombongan? Ini yang Harus Dilakukan
Bila jemaah terpisah dari rombongan di Masjidil Haram, dua hal ini wajib diingat:
-
Ingat pintu masuk pertama saat masuk Masjidil Haram.
-
Segera cari petugas haji berpakaian ihram dengan tanda “PETUGAS HAJI”. Petugas PPIH Sektor Khusus (Seksus) Haram selalu siaga di sembilan titik pos sekitar Masjidil Haram untuk membantu jemaah yang tersesat.
