Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Fakta Dewi Yukha Nida, Hafidzah asal Trenggalek Juara MTQ Internasional Rusia

Abi Abdul Jabbar Sidik
24 May 2022 | 13:00
rubrik: Khazanah Islam, Tokoh Muslim
Fakta Dewi Yukha Nida, Hafidzah asal Trenggalek Juara MTQ Internasional Rusia

Dewi Yukha Nida, Hafidzah Asal Trenggalek Juara 1 MTQ Internasional Rusia.

Share on FacebookShare on Twitter

Dewi Yukha Nida, hafizah asal Trenggalek, Jawa Timur (Jatim) berhasil meraih juara pertama pada ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) the 4th Holy Qur’an Recitation Competition di Kazan, Republik Tatarsatan, Federasi Rusia. Kompetisi tingkat dunia itu diselenggarakan pada 17-20 Mei 2022 diikuti oleh hafiz dan hafizah dari negara negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). , Dewi Yukha Nida berhasil menyisihkan 20 negara dan memperoleh nilai tertinggi pada ajang tersebut.

Nida mengkisahkan bahwa kompetisi MTQ internasional yang diikutinya berlangsung secara lancar. Bahkan setiap peserta didampingi oleh satu panitia sehingga memudahkan dalam berkomunikasi maupun berkoordinasi banyak hal. “Allhamdulillah seluruh panitianya sangat ramah juga didukung oleh masyarakatnya didominasi muslim. Sehingga memudahkan dalam belajar maupun berlatih,” kata Nida di Jakarta Senin (23/05/2022).

Hafidz Berkat Didikan Orang Tua

Nida menyebut dirinya sangat bersyukur dengan didikan yang diberikan kedua orangtuanya yang bisa mengantarkannya menjadi seorang Hafidzah.

“Saya mengucapkan terima kasih atas didikan yang diberikan ayah dan ibu selama ini sehingga bisa menjadi juara MTQ Internasional di Rusia,” kata dia.

Nida mengakui, kedua orang tuanya memang bukan penghafal Al-Qur’an. Namun atas didikan ‘keras’ yang diberikan orang tuanya telah berhasil membuat Nida dan dua saudara kandungnya menjadi penghafal Al-Qur’an.

“Didikan keras orang tua maksudnya setiap bulan harus ada progres. Kalau tidak ada, uang bulanan dipotong,” kenangnya sambil tertawa.

Selain itu, Nida mengenang ada pesan dari ayah dan ibunya yang selalu menjadi pegangan dalam menjalankan hidup sehari-hari.

“Ada satu pesan yang selalu saya ingat dan cambukkan saat iman turun, yang penting yakin kalau hidup bersama Qur’an akan dicukupi sama Allah dan semuanya mudah,” pungkasnya.

See also  Tips Sukses Berbisnis Ala Nabi Muhammad SAW

Buah dari Doa Sejak Aliyah 

Nida bercerita bahwa sejak duduk di Madrasah Aliyah pada 2013, setiap tahajud ia juga bermunajat agar menjadi juara MTQ Internasional.

“Saat Aliyah, dalam tiap Tahajud saya berdoa agar menjadi juara MTQ Internasional. Gak nyangka doa 9 tahun lalu terkabul tahun ini,” cerita Nida kepada bimasislam, Senin (23/5).

Nida mengenang, jangankan membayangkan menjadi juara, sampai ke Rusia saja ia merasa bingung. Perjalanan panjang ke Rusia merupakan yang pertama kali tanpa adanya keluarga.

“Jangankan ke Rusia, mau ke warung saja saya selalu ditemani. Tidak pernah sendiri,” katanya sambil tersenyum.

Kegelisahan yang berkecamuk di hati Nida menjelang keberangkatan, membuat dirinya meminta petunjuk Ilahi dan saran orang tua. Dalam Tahajudnya, Nida memohon pertolongan agar dimudahkan ke Rusia.

“Di setiap doa hanya muncul bayangan ini loh kesempatan. Allah ingin mengabulkan doamu,” ujar Nida

Setelah yakin dan mendapat restu dari kedua orang tua, Nida memutuskan berangkat untuk mengharumkam nama Indonesia. Ia juga teringat pesan Kedutaan Besar Indonesia di Rusia, dirinya wajib datang.

“Kalau tidak datang Indonesia dimasukkan daftar hitam (blacklist),” ujarnya.

Nida tidak menyangka, kemudahan menemaninya selama berada di negara pecahan Uni Soviet itu. Setelah menempuh perjalanan panjang selama 24 jam, ustazah asal Trenggalek, Jawa Timur ini harus segera tampil keesokan harinya.

“Alhamdulillah lancar. Tidak merasa lelah berkat doa semuanya,” tutupnya.

Favoritkan Surat Yusuf dan Maryam

Nida mengaku diantara ketiga puluh surat dalam Al-Quran, dirinya sangat memfavoritkan Surat Yusuf dan Maryam. Ia beralasan, kedua surat tersebut memiliki banyak hikmah yang dapat diambil menjadi pelajaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Surat Yusuf menceritakan seorang putra nabi yang mengalami kisah pahit dari dibuang ke dalam sumur, menjadi budak, masuk penjara, menjadi bendahara Mesir, dan sampai menjadi seorang raja. Kisah itu merupakan perjuangan luar biasa yang dapat diambil hikmahnya,” ujarnya.

See also  Pemerintah Harap RUU Pesantren Segera Disahkan

Lalu, alasan Nida memfavoritkan Surat Maryam karena menceritakan ketangguhan seorang wanita menjaga kesuciannya, sampai Allah memberikan hadiah berupa kelahiran Nabi Isa AS.

“Saat galau, saya baca Surat Yusuf dan Maryam, alhamdulillah galaunya hilang,” ujarnya sambil senyumnya merekah.

Nida mengakui, walau dirinya seorang hafizah kadang rasa galau menghampiri. Nida meluruskan, rasa galau yang hadir adalah sebagai seorang pengajar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kedungbajul, Trenggalek, Jawa Timur.

“Dititipi anak untuk diajarkan ilmu agama kadang membuat galau. Bagaimana kita bisa mengajarkan agar ilmunya mudah diserap. Inilah galau yang sering dialami dan hilang saat membaca Surat Yusuf dan Maryam,” pungkasnya.

Dapat Hadiah Rp25 Juta dari Kemenag

Berkat prestasi yang diraihnya tersebut Kementerian Agama memberikan bonus uang tunai Rp25 juta kepada Nida. Bonus diberikan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin di ruang kerjanya, Gedung Kementerian Agama, Jl. MH Thamrin, No.6 Jakarta Pusat, Senin (23/5/22) pagi.

“Pemberian bonus ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah kepada ananda Dewi, karena telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional,” ujarnya.

Ia berharap keberhasilan Dewi menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menghafal Al-Qur’an.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penerangan Agama Islam, Syamsul Bahri mengatakan, bonus tersebut akan langsung diberikan kepada Dewi. “Bonus ini akan kami berikan secara tunai pada hari ini juga kepada ananda Dewi, semoga menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua,” ujar Syamsul.

Tags: dewi yukha nidahafidzhafidzahKemenag
Previous Post

Tiga Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Anda Melepas Masker di Ruang Publik

Next Post

Arab Saudi Larang Warganya Berkunjung ke 16 Negara Termasuk Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks