MADANINEWS.ID, JAKARTA — Ajang kompetisi Duta Muslimah Preneur (DMP) 2019 yang diselenggarakan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) telah memasuki masa puncaknya. Setelah proses seleksi panjang dari kabupaten/kota hingga provinsi-provinsi diseluruh Indonesia, DMP 2019 berhasil menyeleksi 30 finalis untuk memasuki babak Grand Final DMP 2019 di Hotel Grand Shahid Jaya Jakarta.
Hari ini Jumat (29/03) di malam puncak DMP 2019, ke-30 peserta siap bersaing dan unjuk gigi untuk memperoleh yang terbaik sebagai Duta Muslimah Preneur yang siap berkontribusi pada kemajuan ekonomi Indonesia.
Hal ini seperti diungkapkan oleh Ketua Umum IPEMI, Ingrid Kansil yang mengatakan sebagai organisasi Pengusaha Muslimah yang bergerak dibidang pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan ekonomi muslimah, IPEMI tergerak untuk terus melahirkan Muslimah Pengusaha yang berkualitas. Ia pun berharap melalui kegiatan DMP ini, Muslimah Pengusaha yang berkualitas terus dapat ditingkatkan jumlahnya, sehingga dapat mempercepat peningkatan jumlah pengusaha di Indonesia. Sebab, Semakin banyak pengusaha, semakin maju perekonomian keluarga dan masyarakat Indonesia.
“Rasio jumlah pengusaha kita masih berada di angka 3,1%. Rasio ini masih tertinggal dibanding capaian negara tetangga. Misal, Singapura yang memiliki rasio pengusaha 7%, dan Malaysia berada di level 5%”, ujar Ingrid.
Sekretaris Jenderal IPEMI Nurwahidah Saleh menuturkan bahwa kegiatan DMP ini memiliki beberapa tujuan. Diantaranya adalah 1) Mencetak generasi penerus IPEMI, 2) Memberikan edukasi positif kepada generasi muda terutama mengenai kewirausahaan, 3) Memaksimalkan potensi dan men-support IPEMI Generasi Baru, 4) Membangun kemandirian dalam pemberdayaan masyarakat.
Tujuan lainnya adalah 5) Menciptakan muslimah entrepreneur yang cerdas, kreatif dan inovatif, 6) Mewujudkan kemajuan ekonomi, 7) Meningkatkan minat dan bakat wirausaha para muslimah Indonesia, dan 8) Meningkatkan kepedulian di sektor budaya dan sosial.
“DMP 2019 ini merupakan kegiatan kontes Muslimah Preneur yang efektif dalam melahirkan Muslimah Pengusaha. Setiap Peserta yang mengikuti seleksi di Daerah (Kabupaten/ Kota) dan Wilayah (Provinsi / Perwakilan Negara), mendapat pelatihan usaha dari Wardah. Oleh karenanya, mereka langsung berkesempatan untuk membuka usaha, baik sebagai Mitra/ Agen Wardah atau mengembangkan usaha lainnnya”, jelas Nurwahidah.
Kriteria Penilaian DMP 2019
Sementara itu, Ketua Dewan Juri Grand Final DMP 2019, M. Lutfi Handayani menjelaskan beberapa kriteria utama penilaian untuk menentukan pemenang dalam Grand Final DMP 2019 ini. Diantaranya adalah selain memiliki kepribadian dan penampilan yang baik dan menarik, seorang Duta Muslimah Preneur IPEMI juga harus memiliki jiwa, mental, dan wawasan kewirausahaan yang adaptif terhadap perkembangan dan tantangan dunia usaha terkini. Pengetahuan tentang Manajemen Kewirausahaan, Ekonomi Syariah, Usaha di era digital, Wawasan agama dalam pengembangan usaha, serta Kemampuan dalam hal inovasi dan kreativitas usaha, juga mendapat penilaian tersendiri.
“Pemenang DMP, diharapkan dapat menjadi duta/ perwakilan IPEMI untuk menginspirasi dan menyemangati Muslimah-Muslimah lainnya di Indonesia agar makin percaya diri untuk menjadi pengusaha atau berwiraswasta,” ujar Lutfi,
Proses seleksi DMP sendiri dimulai dari seleksi peserta di tingkat daerah, kemudian pemenangnya menjadi perwakilan Wilayah/Provinsi/ Negara untuk berkompetisi di Grand Final DMP tingkat Nasional. Di kompetisi Grand Final DMP tingkat nasional ini, para peserta akan diuji mengenai berbagai skill dan keterampilan serta pengetahuan tentang dunia wirausaha oleh dewan juri.
Dewan Juri Grand Final DMP 2019 beranggotakan kalangan professional, motivator, entrepreneur dan tokoh ekonomi syariah tanah air. Ini seperti Valentino Dinsi, M. Lutfi Handayani MM., MBA (Ketua Dewan penasehat IPEMI/CEO & Pimpinan redaksi Majalah Madani, Ikhwan Asrin SE, M. SI, Dr. Yayuk Apriani, SE., MM, Melani Lamina Suharli, Ria Baraba, Nurhayati Subakat serta Victoria B. Simanungkalit.
Selama proses Grand Final DMP ini, para Finalis akan terlebih dahulu melalui proses karantina dan mendapat pembekalan mengenai Muslimah Character Building, Manajemen Wirausaha, Ekonomi Syariah, dan beberapa pengetahuan lainnya. Materi-materi tersebut akan disampaikan olehberbagai Narasumber dan tokoh-tokoh kenamaan seperti pakar ekonomi syariah M. Syafii Antonio, Tokoh Entrepreneur Indonesia Valentino Dinsi, Motivator Wiwied Taher hingga Agus Pramono (Mas Mono)/owner Ayam Bakar Mas Mono.
Adapun
——————————————————
Tentang IPEMI
IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia), adalah organisasi Pengusaha Muslimah yang bergerak dibidang pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan ekonomi muslimah.
IPEMI, merupakan organisasi sosial kemasyarakatan, yang dibentuk dan didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan usaha muslimah, sekaligus menambah jumlah pengusaha muslimah di Indonesia, guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi muslimah dan masyarakat Indonesia pada umumnya, menuju kemandirian ekonomi yang berkepribadian Indonesia dan berakhlakul karimah.
IPEMI didirikan pada tanggal 21 April 2015 di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, dan dalam 3 tahun kepengurusan IPEMI sudah tersebar di 34 Provinsi, 340 Kabupaten Kota, dan 5 negara di seluruh Indonesia serta di Thailand, Malaysia, Brunei, Turki, dan Amerika Serikat.
Besarnya jumlah anggota IPEMI, karena keanggotaan IPEMI terdiri dari 3 unsur, yakni a) Muslimah yang sudah menjadi Pengusaha, b) Muslimah yang ingin menjadi Pengusaha, dan c) Muslimah yang ingin mendapatkan tambahan income (pendapatan) untuk keluarga.