MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kondisi darurat yang dapat berdampak pada warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi. Rencana kontingensi disiapkan oleh perwakilan Indonesia di negara tersebut dan akan terus diperbarui mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
Direktur Jenderal Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu Heni Hamidah mengatakan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah telah menyiapkan rencana kontingensi kedaruratan sebagai bagian dari langkah perlindungan WNI.
“Perwakilan RI terkait, baik KBRI Riyadh maupun KJRI Jeddah telah menyiapkan rencana kontingensi kedaruratan yang akan selalu disesuaikan dengan perkembangan di lapangan,” kata Heni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis. (15/10)
Umrah Masih Berlangsung
Meski langkah antisipasi disiapkan, Kemlu menyatakan perjalanan ibadah umrah hingga saat ini masih berlangsung. Pemerintah juga belum mengeluarkan imbauan kepada jamaah untuk menghentikan perjalanan umrah.
“Sampai saat ini jamaah umrah masih terus berjalan, dan belum ada imbauan untuk menyetop,” ujar Heni.
Kemlu bersama perwakilan RI di Arab Saudi dan Kementerian Haji dan Umrah RI terus melakukan koordinasi serta memantau perkembangan kondisi di lapangan. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan perlindungan WNI tetap berjalan sesuai perkembangan situasi.
Kesiapan rencana kontingensi menjadi langkah antisipatif apabila kondisi di lapangan berubah dan membutuhkan penyesuaian kebijakan maupun langkah perlindungan terhadap WNI.
Dua WNI Terluka dalam Serangan
Sebelumnya, Kemlu RI membenarkan adanya dua WNI yang menjadi korban dalam serangan di Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh, pada Ahad (11/10).
Kedua WNI tersebut diketahui memiliki izin tinggal tetap di Arab Saudi. Mereka teridentifikasi dengan inisial RM (45) dan ET (32) dan mengalami luka ringan akibat serangan tersebut.
“Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama, 11 Oktober 2026. Mereka bukan jamaah umrah,” katanya.
Kemlu memastikan perkembangan situasi terus dipantau melalui koordinasi dengan perwakilan RI di Arab Saudi dan Kementerian Haji dan Umrah. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan rencana perlindungan WNI dengan kondisi keamanan yang berkembang.
