Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Boneka Unta yang Dijual di Arab Saudi Ternyata Buatan UMKM Indonesia

Abi Abdul Jabbar Sidik
13 October 2026 | 12:30
rubrik: Haji & Umrah
Boneka Unta yang Dijual di Arab Saudi Ternyata Buatan UMKM Indonesia

Boneka unta dan pakaian yang dijual sebagai oleh-oleh haji di Arab Saudi disebut berasal dari UMKM Indonesia. Kemenhaj dorong belanja produk lokal. (Foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, DENPASAR – Produk buatan Indonesia ternyata ikut mengisi pasar oleh-oleh haji di Arab Saudi. Salah satunya boneka unta yang dijual kepada jemaah, selain berbagai jenis pakaian yang diproduksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sejumlah daerah.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan, produk-produk tersebut antara lain berasal dari Sidoarjo, Tulungagung, dan Tasikmalaya.

Menurut Irfan, kondisi ini menjadi peluang bagi masyarakat Indonesia untuk memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari penyelenggaraan haji dan umrah. Ia pun mendorong jemaah membeli produk buatan dalam negeri, sehingga uang yang dibelanjakan tetap berputar di Indonesia.

“Kalau kita beli di sini, di Indonesia, tidak ada tambahan biaya pengiriman. Dan yang jelas, uangnya pun tetap berputar di Indonesia. Itulah yang diharapkan oleh Presiden Prabowo,” ujar Irfan saat membuka Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 di Masjid Agung Sudirman, Denpasar, Sabtu (10/10/2026).

Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar sebagian perputaran uang dalam kegiatan haji dan umrah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia, terutama pelaku UMKM.

“Presiden Prabowo meminta kami agar perputaran uang di haji dan umrah sebagian bisa tertinggal di Indonesia, bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia, terutama para pelaku UMKM,” kata Irfan dalam rilisnya, Minggu (11/10/2026).

Kemenhaj Dorong Ekosistem Belanja Produk Lokal

Untuk memperluas peluang pasar bagi produk dalam negeri, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengembangkan ekosistem perdagangan melalui platform belanja digital. Dengan skema tersebut, jemaah diharapkan dapat membeli berbagai kebutuhan dan oleh-oleh tanpa harus membawa langsung barang dari Arab Saudi.

Upaya ini diarahkan untuk menghubungkan kebutuhan jemaah dengan produk dan layanan yang ditawarkan pelaku usaha di Indonesia. Dengan begitu, belanja terkait perjalanan haji dan umrah tidak hanya menjadi aktivitas konsumsi, tetapi juga membuka peluang bagi pertumbuhan usaha lokal.

See also  Kemenag akan Bangun Studio Film Manasik dan Mock Up Pesawat di Asrama Haji

Penguatan ekosistem tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pelaku UMKM, penyedia jasa perjalanan, perbankan syariah, hingga mitra usaha lainnya. Kolaborasi diperlukan agar produk lokal dapat memenuhi kebutuhan jemaah sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.

UMKM Bali Diajak Masuk Pasar Haji dan Umrah

Dalam kesempatan yang sama, Irfan mengajak pelaku UMKM Bali memanfaatkan peluang dalam rantai pasok kebutuhan haji dan umrah. Ia menilai kekuatan budaya, kreativitas, dan inovasi pelaku usaha daerah dapat menjadi modal untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Bali bukan saja destinasi wisata, tetapi daerah dengan kekuatan budaya, spiritual, keramahan, dan terutama kreativitas di bidang usahanya. Saya berharap para pelaku UMKM di sini bisa cukup kreatif untuk mengisi ceruk-ceruk pasar haji maupun umrah di Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, pelaku usaha perlu meningkatkan daya saing agar mampu memasuki pasar yang lebih luas. Aspek yang perlu diperhatikan antara lain standar kualitas, kapasitas produksi, kesinambungan pasokan, dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan produk.

Irfan berharap UMKM Bali tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu memperluas jangkauan pemasaran hingga tingkat nasional dan internasional.

“UMKM Bali yang sangat kreatif harus naik kelas, dari lokal menjadi nasional, dan dari nasional menjadi global. Dorong produk-produk Bali memenuhi standar kualitas,” kata Irfan.

Kemenhaj, melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU), juga akan mendorong dukungan untuk meningkatkan daya saing UMKM, termasuk melalui akses sertifikasi halal.

“Halal menjadi salah satu hal yang insyaallah akan dibantu oleh Dirjen PE2HU. Kita punya hubungan komunikasi yang sangat bagus dengan badan halal,” ujarnya.

Tags: Arab Saudiboneka untaekonomi hajiekonomi umraholeh-oleh hajiproduk lokalUMKM Indonesia
Previous Post

Otoritas Madinah Buka Pendaftaran Penyedia Katering Buka Puasa Ramadan 2027

Next Post

BAZNAS Bidik Pengumpulan Zakat Rp70 Triliun pada 2027, Ini Strategi yang Disiapkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks