Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Riyadh Diserang, Sejumlah Negara Keluarkan Travel Warning ke Arab Saudi

Abi Abdul Jabbar Sidik
13 October 2026 | 10:02
rubrik: Mancanegara, News
Riyadh Diserang, Sejumlah Negara Keluarkan Travel Warning ke Arab Saudi

Tujuh negara mengeluarkan travel warning ke Arab Saudi setelah serangan bandara. Gangguan penerbangan turut berdampak pada calon jemaah umrah di Makassar. (Foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan perjalanan ke Arab Saudi setelah rangkaian serangan terhadap bandara di negara tersebut. Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Korea Selatan, dan Jepang termasuk negara yang mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya.

Mengutip Al Jazeera, Senin (12/10/2026), peringatan tersebut diterbitkan setelah Arab Saudi menghadapi lima serangan terhadap bandara dalam waktu kurang dari sepekan.

Bentuk imbauan yang dikeluarkan berbeda-beda, mulai dari menghindari bandara tertentu, membatalkan rencana perjalanan, hingga meninggalkan Arab Saudi kecuali untuk keperluan penting.

Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap keselamatan perjalanan udara dan aktivitas warga asing di tengah ketidakpastian keamanan kawasan.

Australia hingga Korea Selatan Perketat Imbauan Perjalanan

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia meminta warganya menghindari Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Warga Australia juga diminta mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke bandara-bandara lain di Arab Saudi.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Bandara Internasional King Khalid serta wilayah Najran, Jazan, dan Asir dengan alasan apa pun. Perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah Arab Saudi lainnya juga diminta dihindari.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh pada Minggu (11/10/2026) menyarankan warga AS mempertimbangkan kembali perjalanan ke Arab Saudi. Imbauan tersebut mempertimbangkan ancaman serangan dari Iran dan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Kanada juga meminta warganya menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke seluruh wilayah Arab Saudi.

Adapun Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyarankan warga negaranya yang berada di Arab Saudi untuk meninggalkan negara tersebut, kecuali jika memiliki urusan penting. Warga yang berencana berkunjung juga diminta membatalkan perjalanan.

See also  Menag Tinjau Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

Inggris mengambil langkah berbeda dengan meminta warganya menghindari perjalanan ke Jeddah dan Dammam, serta ke seluruh bandara selain Bandara Internasional Madinah, kecuali untuk perjalanan mendesak.

Jepang turut masuk dalam daftar negara yang disebut mengeluarkan peringatan perjalanan. Namun, rincian khusus mengenai bentuk imbauan pemerintah Jepang tidak dijelaskan dalam laporan yang menjadi rujukan.

Lima Serangan Ganggu Operasional Bandara Saudi

Peringatan perjalanan tersebut muncul setelah serangkaian serangan dilaporkan menyasar fasilitas bandara di Arab Saudi.

Salah satu serangan paling mematikan dilaporkan terjadi pada Sabtu (10/10/2026). Serangan tersebut disebut menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang, sekaligus menjadi serangan paling mematikan terhadap Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade.

Kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas empat serangan terhadap bandara-bandara Saudi sebelum serangan pada Minggu (11/10/2026). Hingga laporan Al Jazeera diterbitkan, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada Minggu.

Dampak serangan meluas ke operasional penerbangan. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam dilaporkan masih ditutup setelah serangan.

Gangguan juga terjadi di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Berdasarkan data Flightradar24 yang dikutip Al Jazeera, lebih dari 150 penerbangan dibatalkan dan 374 penerbangan mengalami penundaan di bandara tersebut pada Minggu (11/10/2026).

Pembatalan dan penundaan itu menambah tantangan bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan, baik menuju Arab Saudi maupun ke negara lain melalui bandara-bandara di kawasan tersebut.

Analis Nilai Dampak Jangka Panjang Belum Bisa Dipastikan

Analis dan konsultan penerbangan independen yang berbasis di Singapura, Brendan Sobie, menilai dampak jangka panjang krisis terhadap industri penerbangan masih sulit diprediksi.

See also  Konsumsi Air Zamzam di Haramain Capai 1,56 Juta Liter Per Hari, Begini Pengelolaannya

Menurutnya, besarnya dampak akan bergantung pada durasi konflik, lamanya penutupan Bandara Riyadh, serta pembatasan operasional yang mungkin diberlakukan setelah bandara kembali dibuka.

“Sebagaimana yang terjadi pada masa perang Iran dan dampak krisis tersebut terhadap UEA, Kuwait, dan Bahrain, dampak dari krisis terbaru ini sangat bergantung pada berapa lama krisis berlangsung, berapa lama Bandara Riyadh tetap ditutup, serta seberapa lama dan sejauh mana pembatasan diberlakukan setelah bandara tersebut dibuka kembali,” ujar Sobie kepada Al Jazeera.

Pernyataan tersebut menyoroti bahwa pemulihan penerbangan tidak hanya ditentukan oleh pembukaan kembali bandara. Pembatasan wilayah udara dan kebijakan operasional setelah penutupan juga dapat memengaruhi layanan penerbangan regional maupun internasional.

Calon Jemaah Umrah Telantar di Makassar

Gangguan penerbangan menuju Arab Saudi turut berdampak pada calon jemaah umrah Indonesia. Sejumlah jemaah dilaporkan telantar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, setelah maskapai membatalkan penerbangan menuju Arab Saudi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pembatalan penerbangan berkaitan dengan meningkatnya eskalasi situasi di Arab Saudi.

“Iya betul (jemaah telantar), dampak dari eskalasi politik Saudi, penerbangan dibatalkan,” ujar Ikbal Ismail, Senin (12/10/2026).

Kejadian tersebut menunjukkan bahwa dampak gangguan keamanan dan penerbangan dapat menjalar hingga ke bandara keberangkatan di Indonesia. Calon jemaah yang belum berangkat harus menghadapi ketidakpastian jadwal dan menunggu informasi mengenai kelanjutan perjalanan.

Di tengah situasi yang belum menentu, calon penumpang dan jemaah umrah perlu memantau informasi resmi dari maskapai serta penyelenggara perjalanan. Koordinasi dengan pihak terkait juga diperlukan untuk memastikan perubahan jadwal, rute alternatif, dan pilihan penanganan jika penerbangan dibatalkan.

See also  Dibuka! Program Kajian Ilmiah Gratis di Masjidil Haram, Semua Jemaah Bisa Ikut

Perkembangan situasi keamanan dan operasional bandara dapat berubah. Karena itu, informasi perjalanan sebaiknya dikonfirmasi kembali melalui kanal resmi sebelum penumpang berangkat menuju bandara.

 

Tags: Arab Saudibandara dammambandara jeddahbandara riyadhhouthijemaah umrahkeselamatan penerbangankonflik timur tengahmakassarpenerbangan internasionalperingatan perjalananriyadhtravel warningumrah indonesia
Previous Post

Pakar UI Soroti Risiko Umrah via Transit di Tengah Konflik Houthi-Arab Saudi

Next Post

BPKH Siap Diaudit Forensik, Begini Komposisi Pengelolaan Dana Haji Rp 184 T

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks