Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Pakar UI Soroti Risiko Umrah via Transit di Tengah Konflik Houthi-Arab Saudi

Abi Abdul Jabbar Sidik
13 October 2026 | 09:35
rubrik: Haji & Umrah
Pakar UI Soroti Risiko Umrah via Transit di Tengah Konflik Houthi-Arab Saudi

Cuplikan layar dari rekaman CCTV yang dirilis oleh Kementerian Media Arab Saudi pada 11 Oktober 2026 ini memperlihatkan momen saat Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dihantam serangan Houthi pada 10 Oktober 2026. Serangan paling mematikan di wilayah Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade ini menewaskan 12 orang di bandara internasional Riyadh dan melukai ratusan lainnya. (Foto:Ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Peningkatan konflik Houthi-Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran terhadap perjalanan udara jemaah umrah asal Indonesia. Pakar kajian Timur Tengah Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, menilai situasi tersebut perlu dicermati, khususnya oleh jemaah yang menggunakan penerbangan transit melalui Riyadh, Arab Saudi, dan Dubai, Uni Emirat Arab.

Yon mengatakan, jemaah yang terbang langsung menuju Jeddah atau Madinah relatif lebih aman dibandingkan mereka yang menggunakan rute transit melalui wilayah yang terdampak gangguan penerbangan.

“Jemaah yang langsung menuju Jeddah atau Madinah itu relatif aman,” ucap Yon, Senin (12/10/2026).

Meski demikian, Yon mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak berarti seluruh ruang udara Arab Saudi dan kawasan sekitarnya dapat dipastikan aman. Ia menyoroti potensi risiko akibat rudal atau drone yang dikirim dari Yaman, tempat basis kelompok Houthi berada.

Karena itu, perkembangan konflik perlu terus dipantau agar perjalanan ibadah masyarakat Indonesia dapat dipersiapkan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan terbaru.

Pemerintah Diminta Pantau Situasi Jelang Haji 2027

Yon menyarankan pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Haji dan Umrah, meningkatkan pemantauan terhadap perkembangan konflik Houthi-Arab Saudi.

Menurut dia, perhatian khusus diperlukan ketika persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 memasuki periode satu bulan sebelum pelaksanaan. Pemerintah diharapkan terus mengikuti perkembangan situasi agar dapat mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi keamanan dan perjalanan udara.

“Dan harapannya ketika haji nanti kondisinya sudah mengalami de-eskalasi,” katanya.

Harapan tersebut berkaitan dengan pentingnya stabilitas kawasan bagi perjalanan ibadah umat Islam. Konflik yang berlanjut berpotensi menambah tantangan dalam pengaturan perjalanan, terutama jika berdampak pada jalur penerbangan yang digunakan jemaah.

Yon Machmudi Usulkan Indonesia Gerakkan OKI

Selain meminta pemerintah meningkatkan pemantauan, Yon mengusulkan Indonesia mengambil peran diplomatik melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mendorong penyelesaian konflik Houthi-Arab Saudi.

See also  Area Mataf Masjidil Haram, Pusat Tawaf yang Terjaga Sejak Era Nabi Ibrahim

Ia menilai negara-negara Islam memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan, mengingat masyarakat dari berbagai negara membutuhkan akses yang aman untuk menunaikan ibadah haji.

Yon juga menyinggung pernyataan pihak Houthi mengenai kota-kota suci di Arab Saudi. Menurut penjelasan yang disampaikannya, pihak Houthi menyatakan kota suci tidak akan menjadi sasaran serangan, kecuali lokasi strategis seperti pelabuhan, kilang minyak, dan fasilitas distribusi minyak yang berkaitan dengan kekuatan ekonomi Arab Saudi.

“Walaupun dari Houthi sendiri menyatakan bahwa kota suci tidak akan menjadi target ya serangan kecuali tempat-tempat strategis ya, pelabuhan, kilang minyak maupun juga distribusi minyak yang menyangkut kekuatan ekonomi Arab Saudi,” ucapnya.

Menurut Yon, upaya diplomasi melalui OKI dapat menjadi salah satu jalan untuk mendorong penyelesaian konflik dan mencegah dampaknya meluas.

401 Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan Transit

Dampak gangguan penerbangan juga dirasakan penumpang umrah dari Indonesia. Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyebut sebanyak 401 penumpang terdampak pembatalan pada lima penerbangan lanjutan melalui Dubai menuju Arab Saudi pada Senin (12/10/2026).

Pembatalan tersebut berkaitan dengan perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan merupakan keputusan operasional masing-masing maskapai.

“Tercatat sebanyak 401 penumpang terdampak pada 5 penerbangan,” ujar Yudistiawan dalam keterangan kepada Kompas.com, Senin (12/10/2026).

Menurut Yudistiawan, gangguan terutama berdampak pada penumpang yang menggunakan penerbangan transit melalui Dubai untuk melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

“Pembatalan tersebut merupakan keputusan operasional masing-masing maskapai terkait dan berdampak pada penumpang yang menggunakan penerbangan transit melalui Dubai,” jelas Yudistiawan.

Sementara itu, penanganan terhadap penumpang terdampak dilakukan sesuai kondisi dan kebijakan maskapai, termasuk kemungkinan perubahan rute maupun penjadwalan ulang perjalanan.

See also  Raker dengan Komisi VIII, Menag Laporkan Keuangan Haji 1444 H/2023 M

Data Penanganan Penumpang Perlu Diperjelas

Dari total 401 penumpang terdampak, data yang disampaikan Yudistiawan merinci 41 penumpang telah melanjutkan perjalanan ke Riyadh. Sebanyak 14 penumpang lainnya melanjutkan penerbangan dengan pengalihan rute menuju Turki.

Sementara itu, 30 penumpang membatalkan perjalanan dan mendapatkan penanganan sesuai kebijakan maskapai, seperti pengembalian dana atau penjadwalan ulang penerbangan.

Dengan demikian, data yang dirinci tersebut baru mencakup 85 penumpang. Status penanganan terhadap 316 penumpang lainnya belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.

Perincian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah para penumpang tersebut masih menunggu penerbangan pengganti, mengalami perubahan rute, atau telah mendapatkan penanganan lain dari maskapai.

Di tengah perkembangan situasi keamanan, calon jemaah umrah yang menggunakan penerbangan transit perlu memastikan status perjalanan melalui maskapai dan penyelenggara perjalanan masing-masing. Informasi mengenai jadwal, rute alternatif, dan kebijakan penanganan penumpang perlu dikonfirmasi sebelum keberangkatan.

Tags: Arab Saudihaji 2027jemaah umrahkonflik houthiOKIpenerbangan umrahperjalanan umrahumrah indonesiayon machmudi
Previous Post

Serangan di Riyadh, Bandara Soetta Pastikan Penerbangan Langsung ke Jeddah-Madinah Tetap Lancar

Next Post

Riyadh Diserang, Sejumlah Negara Keluarkan Travel Warning ke Arab Saudi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks