MADANINEWS.ID, JAKARTA – Indonesia kembali menjadi salah satu negara penyumbang jamaah umrah terbesar di dunia pada awal musim umrah 1448 Hijriah. Pemerintah Arab Saudi mencatat sekitar 170.000 jamaah asal Indonesia telah memasuki Kerajaan, menempatkan Indonesia di posisi kedua setelah Pakistan.
Data yang dirilis Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama Pilgrim Experience Program juga menunjukkan tren peningkatan penyelenggaraan umrah. Sejak 15 Dzulhijjah hingga akhir Muharram, sebanyak 931.500 jamaahmemasuki Arab Saudi menggunakan visa umrah atau meningkat 22,5 persen dibandingkan periode yang sama pada musim umrah sebelumnya.
Selain itu, lebih dari 1,27 juta jamaah dari luar negeri tercatat tiba di Arab Saudi sepanjang periode tersebut.
Pakistan Terbanyak, Indonesia di Posisi Kedua
Berdasarkan data tersebut, Pakistan menjadi negara penyumbang jamaah umrah terbesar dengan sekitar 200.000 jamaah.
Indonesia menempati peringkat kedua dengan sekitar 170.000 jamaah, sementara Irak berada di posisi ketiga dengan sekitar 130.000 jamaah.
Posisi Indonesia sebagai salah satu penyumbang jamaah terbesar mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah sekaligus memperkuat hubungan keagamaan antara Indonesia dan Arab Saudi.
Mayoritas Jamaah Masuk Lewat Jalur Udara
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mencatat sebagian besar jamaah umrah dari luar negeri memasuki Kerajaan melalui jalur udara.
Sebanyak 75 persen jamaah menggunakan penerbangan internasional, sedangkan 25 persen lainnya masuk melalui jalur darat dan pelabuhan laut.
Dominasi transportasi udara tersebut menunjukkan semakin besarnya peran konektivitas penerbangan internasional dalam mendukung kelancaran mobilitas jamaah umrah dari berbagai negara.
Layanan Digital Dorong Peningkatan Jamaah
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menilai peningkatan jumlah jamaah turut didukung oleh penguatan layanan digital dan operasional yang terus dikembangkan.
Berbagai inovasi dilakukan untuk mempermudah perjalanan jamaah, mulai dari tahap perencanaan keberangkatan, pengurusan layanan, hingga kepulangan ke negara asal.
Selain meningkatkan efisiensi operasional, pengembangan layanan tersebut juga bertujuan memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman, aman, dan berkualitas bagi jamaah umrah dari berbagai negara.
Upaya tersebut merupakan bagian dari implementasi Saudi Vision 2030 yang menempatkan peningkatan pelayanan kepada tamu Allah sebagai salah satu prioritas utama pemerintah Arab Saudi.
