MADANINEWS.ID, JAKARTA – Penyelenggaraan operasional ibadah haji Indonesia 1447 H/2026 M resmi berakhir setelah kelompok terbang (kloter) terakhir tiba di Tanah Air. Seiring berakhirnya proses pemulangan jemaah, pemerintah mencatat sebanyak 367 jemaah haji dan satu petugas haji meninggal dunia selama musim haji 2026. Sementara itu, 60 jemaah lainnya hingga kini masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
Penutupan operasional haji ditandai dengan kepulangan kloter terakhir pada Rabu (1/7/2026), yakni Kloter 116 asal Jawa Timur serta kloter pamungkas secara nasional yang mendarat di Makassar.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa jumlah jemaah yang wafat pada musim haji tahun ini masih menjadi perhatian pemerintah, meski angkanya lebih rendah dibandingkan penyelenggaraan haji sebelumnya.
“Tercatat 367 jemaah dan 1 petugas haji wafat di Arab Saudi. Ini jumlah angka yang menurut kami masih cukup besar walaupun masih jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Irfan kepada wartawan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (1/7/2026).
Selain menyampaikan belasungkawa kepada seluruh jemaah yang meninggal dunia, pemerintah juga memastikan hak-hak keluarga jemaah tetap dipenuhi, termasuk proses pengajuan klaim asuransi jiwa.
“Akan kami bantu juga (klaim asuransi jiwa). Nilai pertanggungan sebesar BPIH langsung yang dikirimkan oleh perusahaan asuransi masing-masing kepada rekening keluarga jemaah,” ujarnya.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah masih terus memantau kondisi puluhan jemaah yang belum dapat dipulangkan ke Indonesia karena masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi.
Menurut Irfan, total terdapat 60 jemaah yang dirawat di rumah sakit yang berada di Jeddah, Madinah, dan Makkah.
“7 di Jeddah, 31 di Madinah, dan 22 di Makkah. Kami akan selalu komunikasi dengan keluarga karena kami masih meninggalkan beberapa tim untuk selalu memantau perkembangan kesehatan mereka di sana,” jelasnya.
Pemerintah memastikan tim pendamping tetap berada di Arab Saudi untuk memantau perkembangan kesehatan para jemaah hingga kondisi mereka memungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia.
