MADANINEWS.ID, MADINAH – Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia, resmi menutup operasional penerbangan haji musim 1447 Hijriah/2026 setelah menuntaskan seluruh rangkaian layanan keberangkatan dan kepulangan jemaah dari berbagai negara. Selama 75 hari penyelenggaraan haji, maskapai tersebut menyediakan lebih dari satu juta kursi penerbangan untuk mendukung mobilitas jemaah.
Penutupan operasional ditandai dengan keberangkatan penerbangan terakhir dari Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, menuju Ahmedabad yang mengangkut 402 jemaah haji.
Sepanjang musim haji 2026, Saudia mengoperasikan layanan penerbangan pada fase kedatangan maupun kepulangan jemaah dari berbagai negara.
Maskapai tersebut melayani penerbangan menuju dan dari 145 destinasi dengan mengerahkan armada sebanyak 160 pesawat. Selain layanan udara, Saudia juga menyediakan sistem transportasi terintegrasi guna mendukung mobilitas jemaah selama berada di Arab Saudi.
Dukung Makkah Route dan Layanan Haji Tanpa Bagasi
Dalam operasional haji tahun ini, Saudia turut mendukung pelaksanaan Makkah Route Initiative, program yang bertujuan mempercepat proses keberangkatan jemaah melalui layanan keimigrasian yang terintegrasi.
Maskapai juga menghadirkan layanan Hajj Without Luggage, yakni sistem pengelolaan bagasi berbasis digital yang dikembangkan bersama Saudi Ground Services Company, serta platform Nusuk dan HalaBag.
Selain itu, Saudia turut menangani distribusi air zamzam kepada para jemaah sebagai bagian dari layanan kepulangan.
Saudia menyebut pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan operasional haji 2026.
Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk menyederhanakan proses perjalanan jemaah, mulai dari pemesanan tiket hingga kepulangan ke negara asal. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi para tamu Allah.
