Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Banyak Jemaah Wafat Pascaarmuzna, Kemenhaj Curigai Agenda City Tour yang Bikin Jemaah Kelelahan

Abi Abdul Jabbar Sidik
25 June 2026 | 10:00
rubrik: Haji & Umrah
Banyak Jemaah Wafat Pascaarmuzna, Kemenhaj Curigai Agenda City Tour yang Bikin Jemaah Kelelahan

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mengevaluasi sejumlah agenda perjalanan tambahan yang diikuti jemaah haji Indonesia setelah menyelesaikan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Salah satu yang menjadi sorotan adalah pelaksanaan city tour yang dinilai berpotensi memperparah kelelahan fisik jemaah.

Evaluasi tersebut dilakukan setelah pemerintah mencermati tingginya angka jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia pada musim haji 2026. Berdasarkan data Kemenhaj, sebanyak 350 jemaah wafat selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan, angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan musim haji sebelumnya. Namun, pemerintah tetap menganggapnya sebagai persoalan serius yang harus menjadi bahan perbaikan penyelenggaraan haji ke depan.

“Tahun ini sampai hari ini ada 350 jemaah yang wafat, ini jumlah yang cukup besar menurut kami,” kata Gus Irfan.

“Tapi Alhamdulillah itu masih bisa di bawah tahun lalu, lebih dari 100 bedanya. Sehingga ini salah satu capaian kita, walaupun bukan capaian yang memuaskan,” sambung dia.

Pernyataan itu disampaikan Gus Irfan saat menjemput kepulangan petugas haji Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (23/6/2026).

Mayoritas Wafat Terjadi Setelah Armuzna

Hasil evaluasi sementara menunjukkan penyebab wafatnya jemaah cukup beragam. Selain gangguan pernapasan, termasuk pneumonia, faktor kelelahan menjadi penyebab yang paling banyak ditemukan.

Menurut Gus Irfan, pola tersebut terlihat dari waktu meninggalnya sebagian besar jemaah yang terjadi setelah rangkaian ibadah Armuzna selesai.

“Sebagian karena pernapasan, pneumonia. Tapi juga sebagian besar karena kelelahan. Karena itu, kita pantau sebagian besar yang meninggal itu, yang meninggal itu setelah pasca-Armuzna,” ujar Gus Irfan.

See also  Haji 2026 Dimulai Lebih Cepat, Ini Tanggal Penting yang Wajib Jemaah Ketahui!

Temuan tersebut mendorong Kemenhaj menelusuri aktivitas jemaah setelah menyelesaikan ibadah puncak haji.

Dari hasil pengamatan, banyak jemaah diketahui masih mengikuti berbagai agenda tambahan, termasuk city tour maupun perjalanan ke sejumlah wilayah di Arab Saudi.

“Setelah kita amati lagi memang pasca-Armuzna, banyak yang langsung diajak city tour, diajak ke mana-mana yang membuat mereka kelelahan,” jelas dia.

Perjalanan ke Thaif dan Jeddah Ikut Dikaji

Atas temuan itu, Kemenhaj memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan city tour maupun perjalanan ke sejumlah destinasi lain seperti Thaif dan Jeddah yang dinilai dapat menambah beban fisik jemaah.

“Sehingga kita akan evaluasi lagi, itu pejabat kita tentang city tour, tentang berbagai kegiatan, diajak ke tempat-tempat yang cukup jauh, ke Thaif, ke Jeddah, ke mana-mana, sehingga ini yang akan mempengaruhi kesehatan warga kita,” tutur Gus Irfan.

Selain mengevaluasi agenda perjalanan, pemerintah juga akan memperketat pemeriksaan istitha’ah kesehatan bagi calon jemaah haji sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.

“Tahun depan kita akan segera perketat, perkuat lagi istitha’ah kesehatan bagi para jemaah kita.”

Petugas Diminta Tak Kendur Awasi Jemaah

Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak telah mengingatkan seluruh petugas haji agar tetap memberikan pengawasan maksimal kepada jemaah setelah fase Armuzna.

Menurutnya, masa setelah puncak ibadah justru menjadi periode yang sangat rawan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

“Mohon tidak kendor dalam mengawal dan menjaga jemaah haji kita. Puncak Armuzna memang sudah selesai,” kata Gus Irfan.

Ia juga meminta petugas kesehatan dan petugas sektor pemondokan meningkatkan pemantauan terhadap kondisi kesehatan jemaah.

“Faktor kelelahan ekstrem setelah berjalan kaki and mabit di Mina menjadi pemicu utama yang harus diantisipasi secara masif oleh korps kesehatan di tiap maktab hotel,” pungkasnya.

See also  Kemenag: Makanan Jemaah Haji Bercitarasa Nusantara dan Penuh Nutrisi
Tags: armuznaciti tourgus irfanhaji 2026jemaah haji wafatmenteri haji umrahtaif
Previous Post

Kiswah Ka’bah untuk 2027 Mulai Dibuat, Libatkan Hampir 200 Perajin

Next Post

Mau Masuk Hijr Ismail? Simak Jadwal Terbarunya untuk Jemaah Pria dan Wanita

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks