Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Begini 7 Tahap Pembuatan Kiswah Ka’bah, dari Sutra hingga Sulaman Emas

Abi Abdul Jabbar Sidik
15 June 2026 | 09:30
rubrik: Haji & Umrah
Begini 7 Tahap Pembuatan Kiswah Ka’bah, dari Sutra hingga Sulaman Emas

Proses Pembuatan Kain Kiswah Kabah. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MAKKAH — Kiswah Ka’bah yang setiap tahun menyelimuti bangunan suci umat Islam ternyata melalui proses produksi yang panjang dan sangat detail. Di balik kain hitam yang dihiasi ayat-ayat Al-Qur’an dengan sulaman emas dan perak itu, terdapat serangkaian tahapan yang dikerjakan oleh tenaga ahli Arab Saudi dengan standar kualitas yang ketat.

Kompleks Raja Abdulaziz untuk Pembuatan Kiswah Ka’bah menjadi pusat produksi kain penutup Baitullah tersebut. Di tempat inilah Kiswah diproduksi melalui tujuh tahapan utama sebelum dipasang setiap 1 Muharam sebagai bagian dari tradisi tahunan di Masjidil Haram.

Dimulai dari Pemurnian Air dan Pewarnaan Sutra

Tahapan pertama dalam pembuatan Kiswah adalah proses pemurnian air yang akan digunakan untuk mencuci dan mewarnai benang sutra.

Setelah itu, sutra menjalani proses pencucian untuk menghilangkan lapisan lilin yang menempel pada serat kain. Pada tahap yang sama dilakukan pewarnaan sesuai kebutuhan penggunaan.

Sutra untuk Kiswah bagian luar diwarnai hitam, sedangkan sutra yang digunakan untuk Kiswah bagian dalam Ka’bah dan ruang makam Nabi diberi warna hijau.

Benang Sutra Ditenun Menjadi Lembaran Kain

Setelah proses pewarnaan selesai, benang-benang sutra memasuki tahap penenunan menggunakan mesin khusus.

Pada proses ini, benang diubah menjadi gulungan benang lungsin yang memiliki kepadatan lebih dari 9.900 helai benang per meter.

Lembaran kain hasil tenunan kemudian disiapkan untuk tahap berikutnya, yaitu pencetakan ayat-ayat Al-Qur’an dan berbagai ornamen dekoratif yang menjadi ciri khas Kiswah Ka’bah.

Ayat Al-Qur’an Dicetak dengan Presisi Tinggi

Tahap pencetakan dilakukan menggunakan teknik screen printing atau sablon layar.

Melalui metode tersebut, pola kaligrafi Al-Qur’an dan ornamen hias dipindahkan ke atas kain sutra dengan tingkat akurasi yang tinggi sebagai panduan untuk proses penyulaman berikutnya.

See also  Simak! Begini Tata Cara dan Prosedur Pendaftaran I'tikaf Ramadhan di Dua Masjid Suci

Setelah seluruh pola tercetak, bagian-bagian Kiswah mulai dirakit dan dijahit menjadi lembaran besar yang nantinya akan menutupi seluruh sisi Ka’bah.

Disulam dengan Emas dan Perak

Tahapan berikutnya menjadi salah satu proses paling penting dalam pembuatan Kiswah, yakni penyulaman.

Pada proses ini, ornamen dan ayat-ayat Al-Qur’an dihiasi menggunakan kawat perak serta perak yang dilapisi emas.

Sementara bagian huruf dan motif dekoratif diisi menggunakan benang katun agar menghasilkan efek timbul yang menjadi ciri khas tampilan Kiswah.

Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap detail kaligrafi harus sesuai dengan desain yang telah ditentukan.

Pengawasan Mutu Jadi Tahap Akhir

Sebelum dinyatakan siap dipasang, seluruh komponen Kiswah menjalani proses pengawasan mutu.

Pemeriksaan dilakukan terhadap bahan, hasil sulaman, sambungan kain, hingga kualitas akhir produk untuk memastikan seluruh standar produksi telah terpenuhi.

Setelah melewati seluruh tahapan tersebut, Kiswah baru dipersiapkan untuk dipasang pada Ka’bah setiap tanggal 1 Muharam.

Menurut data Kompleks Raja Abdulaziz untuk Pembuatan Kiswah Ka’bah, produksi satu Kiswah membutuhkan sekitar 825 kilogram sutra mentah, 120 kilogram kawat perak berlapis emas, 60 kilogram perak murni, serta 410 kilogram kapas mentah.

Rangkaian proses yang kompleks tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas Kiswah sebagai simbol penghormatan terhadap Ka’bah yang selama berabad-abad menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia.

 

Sumber: Saudi Press Agency

Tags: Arab SaudibaitullahKabahkaligrafi islamKiswah Ka'bahMasjidil Haramseni islam
Previous Post

Kereta Cepat Haramain Angkut 1,16 Juta Penumpang Selama Musim Haji 1447 H

Next Post

Umrah Plus Wisata Makin Didorong, Saudi Bidik Turis Indonesia Jelajahi Destinasi Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks