MADANINEWS.ID, MAKKAH — Jutaan jemaah dari berbagai negara memadati Masjidil Haram setiap tahun untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah. Di tengah tingginya aktivitas tersebut, satu hal yang selalu menarik perhatian adalah kondisi masjid yang tetap bersih, rapi, dan harum hampir setiap saat.
Di balik kebersihan kawasan suci tersebut, terdapat ribuan petugas yang bekerja tanpa henti selama 24 jam untuk memastikan kenyamanan para jemaah saat beribadah.
Berdasarkan laporan Gulf News, sekitar 3.500 petugas kebersihan yang terdiri dari tenaga kerja pria dan wanita diterjunkan untuk menjaga kebersihan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Mereka bekerja secara bergantian dalam sistem shift sehingga proses pembersihan dapat berlangsung sepanjang waktu tanpa mengganggu aktivitas ibadah para jemaah.
Angkut Hingga 100 Ton Sampah per Hari
Tugas para petugas kebersihan tersebut tidaklah ringan. Pada hari-hari biasa, mereka mengumpulkan dan mengangkut sekitar 70 ton limbah dari area masjid.
Jumlah tersebut meningkat signifikan saat musim haji dan umrah memasuki periode puncak, dengan volume sampah yang dapat mencapai sekitar 100 ton per hari.
Untuk mendukung operasional tersebut, otoritas Arab Saudi menerapkan sistem pembersihan modern yang melibatkan 24 tim spesialis yang bertugas sepanjang waktu.
Informasi yang dipublikasikan melalui akun resmi X @HaramainInfo menyebutkan seluruh proses pembersihan dirancang berlangsung secara cepat, senyap, dan efisien sehingga tidak mengganggu kekhusyukan ibadah maupun pergerakan jemaah.
Bahkan, proses penyapuan dan pengepelan area Masjidil Haram yang sangat luas dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 35 menit.
Efisiensi tersebut didukung penggunaan berbagai peralatan modern, termasuk 12 mesin pencuci khusus dan 67 mesin pembersih berteknologi tinggi.
Gunakan 150 Ribu Liter Desinfektan Setiap Hari
Kebersihan Masjidil Haram tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah. Sterilisasi area masjid juga menjadi bagian penting dari operasional harian.
Mengutip Saudipedia Beta Version, lebih dari 150.000 liter cairan desinfektan digunakan setiap hari untuk membersihkan area masjid.
Cairan tersebut diproduksi secara khusus guna menjaga kebersihan sekaligus kesucian lingkungan Masjidil Haram yang setiap hari dipadati jamaah dari berbagai penjuru dunia.
Aroma Oud Jadi Ciri Khas Masjidil Haram
Selain dikenal bersih, Masjidil Haram juga memiliki aroma khas yang sering dirasakan para jemaah saat beribadah.
Dalam proses perawatan harian, petugas secara rutin membakar bukhur tradisional yang menghasilkan aroma oud atau gaharu di berbagai area masjid, termasuk koridor salat dan halaman.
Menjelang waktu salat, Ka’bah beserta bagian-bagiannya juga diolesi minyak oud berkualitas tinggi secara berkala.
Sementara itu, hamparan sajadah yang digunakan jemaah disemprot dengan berbagai jenis parfum pilihan untuk menjaga kesegaran area ibadah.
Secara keseluruhan, sekitar 3.000 liter wewangian digunakan setiap hari sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana ibadah yang nyaman, bersih, dan menenangkan bagi para jemaah.
Kombinasi antara ribuan petugas, teknologi modern, serta standar kebersihan yang ketat menjadikan Masjidil Haram tetap terjaga kebersihan dan keharumannya meski menerima jutaan tamu Allah setiap tahun.
