MADANINEWS.ID, MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi mencatat lebih dari 2,5 juta layanan kesehatan diberikan kepada jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Di tengah tingginya mobilitas jutaan jemaah dari berbagai negara, otoritas kesehatan Saudi juga memastikan tidak ditemukan wabah penyakit maupun ancaman kesehatan masyarakat sepanjang musim haji berlangsung.
Capaian tersebut diumumkan Kementerian Kesehatan Arab Saudi sebagai bagian dari evaluasi operasional kesehatan haji hingga 12 Zulhijah 1447 H.
Menurut kementerian, berbagai layanan kesehatan telah diberikan sejak awal musim haji melalui pusat kesehatan, fasilitas darurat, rumah sakit, hingga layanan konsultasi jarak jauh yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan jemaah.
Puluhan Ribu Jemaah Ditangani Fasilitas Kesehatan
Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan Arab Saudi, sebanyak 114.889 jemaah memperoleh layanan di berbagai pusat kesehatan dan fasilitas perawatan darurat yang beroperasi selama musim haji.
Sementara itu, unit gawat darurat menangani 58.462 kasus dan klinik rawat jalan menerima 29.846 pasien.
Layanan kesehatan lanjutan juga diberikan kepada ribuan jemaah yang membutuhkan perawatan lebih intensif.
Tercatat sebanyak 8.342 pasien menjalani perawatan di rumah sakit selama musim haji berlangsung.
Di sisi lain, tim medis spesialis melakukan 410 tindakan operasi yang mencakup berbagai kebutuhan medis penting.
Dari jumlah tersebut, 323 tindakan merupakan prosedur kateterisasi jantung dan 33 lainnya berupa operasi bedah jantung terbuka.
Kampanye Pencegahan Diperkuat
Selain layanan kuratif, Pemerintah Arab Saudi juga memperkuat langkah pencegahan dan edukasi kesehatan kepada jemaah.
Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 292.585 layanan pencegahan diberikan selama musim haji sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan jemaah di tengah cuaca dan aktivitas ibadah yang padat.
Dukungan layanan kesehatan juga diberikan melalui pusat layanan terpadu 937 yang beroperasi selama 24 jam.
Layanan tersebut menerima lebih dari satu juta panggilan dan menyediakan konsultasi medis dalam tujuh bahasa guna memudahkan akses bagi jemaah dari berbagai negara.
Teknologi Medis Canggih Dikerahkan
Musim haji 2026 juga ditandai dengan pemanfaatan berbagai teknologi kesehatan modern yang digunakan untuk mendukung pelayanan medis.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan drone untuk mengirimkan obat-obatan dan peralatan medis penting secara cepat ke lokasi yang membutuhkan.
Selain itu, dokter spesialis memanfaatkan teknologi robotika medis untuk membantu pelaksanaan sejumlah prosedur yang kompleks.
Pemantauan kondisi kesehatan jemaah juga dilakukan melalui penggunaan jam tangan pintar yang digunakan untuk mengawasi tanda-tanda vital jemaah berisiko tinggi dari jarak jauh.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menghadirkan solusi medis yang lebih inovatif bagi jutaan jemaah yang datang dari berbagai belahan dunia.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi menilai keberhasilan operasional kesehatan pada musim haji tahun ini menunjukkan kesiapan sistem kesehatan dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman dan terkendali.
Sumber: SPA-OANA
