MADANINEWS.ID, MAKKAH – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026, otoritas kesehatan Arab Saudi memastikan Hantavirus tidak menjadi ancaman serius bagi jutaan jemaah yang akan datang ke Tanah Suci. Pemerintah Saudi menilai risiko masuknya virus tersebut ke wilayah kerajaan berada pada level sangat rendah di tengah kekhawatiran global usai munculnya wabah di kapal pesiar MV Hondius.
Pernyataan tersebut disampaikan Otoritas Kesehatan Masyarakat Arab Saudi (Weqaya) setelah wabah Hantavirus dilaporkan terjadi di kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik. Insiden itu dilaporkan menyebabkan tiga kematian, terdiri dari pasangan asal Belanda dan seorang warga negara Jerman, sehingga memicu langkah pelacakan di sejumlah negara terhadap penumpang yang sempat melakukan perjalanan sebelum virus terdeteksi.
Di tengah arus kedatangan jutaan jemaah haji dari berbagai belahan dunia, kepastian dari pemerintah Saudi menjadi sorotan karena aspek kesehatan selalu menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Saudi Klaim Risiko Masuk Sangat Rendah
Weqaya menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan wabah bersama organisasi kesehatan internasional dan telah melakukan asesmen terhadap potensi ancaman virus tersebut.
Berdasarkan evaluasi terbaru, peluang Hantavirus masuk ke Arab Saudi dinilai sangat kecil.
Otoritas kesehatan Saudi menegaskan sistem pengawasan kesehatan yang dimiliki kerajaan saat ini dinilai cukup kuat untuk mencegah potensi penyebaran penyakit menular.
Sistem tersebut mencakup peringatan dini, pengawasan epidemiologi, pemantauan keamanan pangan, pengawasan kesehatan lingkungan, kontrol di pintu masuk perbatasan, hingga penerapan prosedur pencegahan kesehatan di berbagai wilayah.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi Arab Saudi dalam menjaga keamanan kesehatan selama musim haji, mengingat mobilitas manusia dalam jumlah besar menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan penyakit.
Jemaah Diimbau Tak Panik
Meski memastikan risiko rendah, pemerintah Saudi tetap meminta jemaah haji maupun wisatawan musim panas untuk menjalankan langkah pencegahan kesehatan umum.
Weqaya menyebut penularan Hantavirus dari manusia ke manusia tergolong sangat jarang terjadi.
Kasus penularan antarmanusia, menurut otoritas tersebut, hanya terjadi dalam kondisi tertentu yang melibatkan strain spesifik dan kontak erat dalam durasi panjang.
Namun, kewaspadaan tetap diperketat mengingat virus ini memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi.
Hingga saat ini belum terdapat pengobatan berlisensi khusus untuk Hantavirus. Virus tersebut disebut memiliki tingkat kematian hingga 50 persen.
Saudi Perkuat Mitigasi Kesehatan Haji
Pernyataan resmi Weqaya muncul ketika Arab Saudi tengah melakukan persiapan besar menghadapi musim haji 2026.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Saudi terus memperkuat sistem mitigasi kesehatan untuk pelaksanaan ibadah haji, mulai dari pengawasan di pintu masuk negara, sistem deteksi dini penyakit menular, hingga kesiapan fasilitas layanan kesehatan di area penyelenggaraan haji.
Dengan jutaan jemaah yang akan berkumpul di satu kawasan dalam waktu yang hampir bersamaan, aspek pengendalian risiko kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Saudi.
