MADANINEWS.ID, Jakarta – Arab Saudi terus memperkuat layanan digital bagi jemaah haji dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kali ini, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi bersama Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) menghadirkan perangkat mobile berbasis AI yang mampu memproses dokumen perjalanan jemaah hanya dalam waktu 40 detik per orang.
Teknologi ini digunakan untuk mendukung operasional Makkah Route Initiative, program layanan haji yang dirancang untuk mempercepat proses keberangkatan jemaah dari negara asal.
Melansir Saudi Press Agency (SPA), perangkat tersebut memungkinkan petugas menyelesaikan berbagai prosedur perjalanan secara otomatis dan fleksibel, terutama bagi jemaah lanjut usia serta penyandang disabilitas.
Dengan dukungan teknologi data dan AI, sistem ini juga dapat memverifikasi keabsahan dokumen perjalanan serta visa dengan tingkat akurasi tinggi guna memastikan proses keberangkatan yang aman dan lancar sejak titik awal perjalanan.
Rekam Biometrik hingga Wajah dalam Hitungan Detik
Perangkat mobile tersebut dirancang untuk mempercepat proses pemeriksaan identitas jemaah.
Fungsinya mencakup pengambilan data biometrik, pemotretan wajah, hingga pembacaan data paspor secara digital.
Seluruh proses itu diklaim dapat diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari 40 detik untuk setiap jemaah.
Teknologi ini disebut menjadi bagian dari kemajuan solusi digital nasional Arab Saudi dalam mempercepat layanan di titik pemeriksaan keberangkatan.
Fokus pada Lansia dan Penyandang Disabilitas
Pemerintah Arab Saudi menyebut perangkat ini secara khusus membantu kelompok jemaah yang membutuhkan layanan lebih fleksibel.
Jemaah lansia dan penyandang disabilitas menjadi prioritas karena proses pemeriksaan konvensional kerap membutuhkan waktu lebih lama dan mobilitas tambahan.
Dengan perangkat mobile ini, proses verifikasi dapat dilakukan lebih praktis tanpa prosedur yang berbelit.
Program Makkah Route Initiative kini memasuki tahun kedelapan pelaksanaan.
Inisiatif tersebut dijalankan melalui 17 titik layanan di 10 negara.
Program ini menjadi bagian dari strategi Arab Saudi dalam meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji internasional, sekaligus mempercepat proses administrasi sebelum kedatangan di Tanah Suci.
Pemerintah Saudi menyebut inovasi ini mencerminkan pendekatan berkelanjutan kerajaan dalam meningkatkan kualitas layanan bagi tamu Allah melalui teknologi.
