Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Jalani Ibadah Haji di Panas Terik? Lakukan Hal Ini Agar Tubuh Jemaah Tetap Terhidrasi!

Abi Abdul Jabbar Sidik
7 April 2026 | 09:00
rubrik: Haji & Umrah
Jalani Ibadah Haji di Panas Terik? Lakukan Hal Ini Agar Tubuh Jemaah Tetap Terhidrasi!

Jemaah haji minum air zamzam ditengah cuaca terik Arab Saudi. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan serius bagi jemaah haji setiap tahunnya. Kondisi ini membuat risiko dehidrasi meningkat, sehingga pemenuhan cairan tubuh menjadi kunci agar ibadah di Tanah Suci tetap berjalan optimal tanpa gangguan kesehatan.

Dokter dan ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen, menegaskan bahwa kebutuhan cairan harus diperhatikan sejak awal, bahkan sebelum rasa haus muncul.

“Kebutuhan cairan orang dewasa sekitar 30 ml sampai 35 ml per kilogram berat badan per hari. Jadi, orang dewasa dengan berat badan 60 kg kebutuhan cairannya berkisar 1,8 liter sampai 2,1 liter per hari,” ujarnya dilansir antara Senin (06/04)

Menurutnya, kebutuhan cairan tersebut dapat dipenuhi dari minuman maupun makanan sehari-hari.

Jangan Tunggu Haus, Ini Tanda Tubuh Mulai Kekurangan Cairan

Ia mengingatkan bahwa rasa haus bukanlah indikator awal dehidrasi, melainkan tanda tubuh sudah berada pada tahap akhir kekurangan cairan.

“Bukan haus. Haus tanda akhir dehidrasi,” ujarnya.

Sebagai gantinya, jemaah diminta memperhatikan warna urine sebagai indikator kondisi hidrasi. Warna jernih hingga kuning muda menandakan tubuh cukup cairan, sedangkan warna kuning pekat menjadi sinyal awal dehidrasi.

Selain itu, konsumsi minuman seperti kopi dan teh sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat kehilangan cairan tubuh.

Batasi Gula, Jaga Metabolisme Tetap Stabil

Sementara itu, dosen ilmu kesehatan masyarakat, Rita Ramayulis, mengingatkan pentingnya menjaga pola makan selama persiapan hingga pelaksanaan haji.

“Minuman yang tambahan gulanya banyak mulai dihindari agar metabolik tetap sehat,” kata Rita.

Ia juga menyarankan agar makanan tinggi gula dikurangi, seperti donat, roti cokelat, dan biskuit dengan banyak krim.

See also  Arab Saudi Terapkan Sistem Terpadu untuk Haji 2026, Semua Layanan Full Digital!

“Donat, roti-roti coklat, kemudian biskuit-biskuit yang banyak krimnya, itu mulai dikurangi atau bahkan jangan dikonsumsi dulu selama satu bulan ini untuk menghindari asupan gula berlebih supaya metaboliknya tetap sehat,” tuturnya.

Rita mendorong jemaah untuk mulai membiasakan konsumsi makanan alami atau minim proses pengolahan.

“Lebih baik mulai melatih konsumsi makanan real food agar tubuh lebih siap,” katanya.

Secara umum, jemaah haji dianjurkan menjaga keseimbangan antara asupan cairan dan pola makan bergizi. Langkah ini penting untuk menjaga stamina selama menjalani rangkaian ibadah yang padat dan menguras energi di tengah suhu tinggi.

Dengan tubuh yang terhidrasi dan metabolisme yang terjaga, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan maksimal.

Tags: cuaca hajihaji 2026haji panas terikkesehatan hajipersiapan hajitips haji
Previous Post

Sudah Disetujui Saudi, Makkah Bakal Punya Bandara Sendiri

Next Post

Saudia Airline Luncurkan Fitur Lacak Bagasi, Bisa Dipantau Real-Time!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks