MADANINEWS.ID, JAKARTA – Menahan haus selama belasan jam saat puasa membuat tubuh rentan mengalami dehidrasi jika asupan cairan tidak diatur dengan baik. Kondisi ini bukan hanya memicu rasa lemas, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk pembentukan batu ginjal.
Spesialis urologi dari Siloam Hospitals, Ponco Birowo, mengingatkan bahwa selama Ramadan, perhatian masyarakat kerap teralihkan pada hidangan berbuka, sementara kebutuhan cairan justru terabaikan. Padahal, meski berpuasa, tubuh tetap memerlukan minimal delapan gelas air putih setiap hari.
“Kadang nih kalau puasa, di meja banyak makanan jadi minumnya sedikit. Apalagi minumnya terlalu banyak yang manis, itu cepat kenyangnya,” ujar dr Ponco dikutip Selasa (24/02)
Menurut dr Ponco, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama puasa. Minuman manis justru berisiko membuat rasa kenyang datang lebih cepat, sehingga asupan cairan tidak tercukupi.
Selain minum air putih, ia juga menyarankan memilih makanan yang mendukung hidrasi, seperti makanan berserat tinggi serta buah-buahan dengan kandungan air yang tinggi, guna membantu tubuh bertahan dari kekurangan cairan selama berpuasa.
Pola 2-4-2 Jadi Solusi Praktis
Agar target delapan gelas air putih tetap terpenuhi, masyarakat dapat menerapkan pola minum 2-4-2 selama Ramadan. Pola ini dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI dan dinilai praktis untuk diterapkan tanpa membuat perut terasa begah.
Minum air putih saat berbuka penting untuk mengganti cairan yang hilang setelah seharian beraktivitas.
-
1 gelas saat azan Magrib, sebelum makan berat
-
1 gelas menjelang azan Isya
Asupan air dapat dibagi secara bertahap setelah makan malam hingga menjelang tidur.
-
2 gelas saat makan malam
-
2 gelas menjelang tidur malam
Selain menjaga hidrasi, minum air putih di waktu ini juga membantu proses pencernaan.
Sahur menjadi modal utama menjalani puasa seharian penuh. Kecukupan cairan membantu tubuh tidak cepat lemas di siang hari.
-
1 gelas saat bangun tidur
-
1 gelas setelah selesai makan sahur
Dengan pengaturan minum yang tepat, kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi tanpa harus merasa kembung. Strategi ini diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan ginjal sekaligus mencegah dehidrasi selama menjalani ibadah puasa.
