MADANINEWS.ID, JAKARTA – Lonjakan jamaah umrah selama Ramadan mendorong Arab Saudi memperkuat tata kelola perjalanan ibadah berbasis digital. Melalui sistem terpadu, proses umrah kini dikawal sejak tahap penerbitan visa hingga kepulangan jamaah, dengan tujuan menekan antrean, mengatur kepadatan, dan meningkatkan kenyamanan ibadah.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengintegrasikan berbagai platform layanan untuk memastikan perjalanan tamu-tamu Allah berjalan tertib dan efisien selama bulan suci.
Beragam Jalur Penerbitan Visa Umrah
Kerajaan Arab Saudi menyediakan beberapa jalur resmi penerbitan visa umrah. Jamaah dapat mengajukan visa melalui platform visa elektronik milik Kementerian Luar Negeri Saudi, agen-agen resmi di luar negeri, maupun aplikasi Nusukyang menawarkan paket layanan terpadu melalui penyedia jasa berlisensi.
Setiap Muslim dari berbagai negara berhak menunaikan umrah dan berziarah ke Masjid Nabawi, selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Mengutip laporan Al Arabiya, izin resmi melalui aplikasi Nusuk menjadi prasyarat utama sebelum jamaah menuju Masjidil Haram. Aplikasi ini memfasilitasi pemesanan jadwal umrah dan shalat di Raudhah, penerbitan kode masuk elektronik, serta pengiriman notifikasi waktu kunjungan.
Nusuk juga menampilkan informasi jam sibuk dan titik-titik kepadatan, didukung layanan multibahasa untuk membantu pengaturan arus jamaah secara lebih efisien.
Fleksibilitas Mobilitas Selama di Saudi
Selain visa umrah reguler, jamaah dapat memanfaatkan visa transit yang memungkinkan pelaksanaan umrah dan tinggal hingga 96 jam dengan syarat tertentu. Sementara itu, pemegang visa umrah diperbolehkan melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Arab Saudi selama masa berlaku visa, dengan tetap mengikuti ketentuan yang ditetapkan otoritas setempat.
Pengaturan ini dirancang untuk menyeimbangkan fleksibilitas jamaah dengan ketertiban dan keamanan selama musim padat Ramadan.
Mobilitas jamaah didukung oleh sistem transportasi terintegrasi. Perjalanan dari Bandara Internasional Raja Abdul Aziz menuju Makkah terhubung melalui kereta cepat Haramain, bus, taksi, hingga aplikasi transportasi cerdas.
Akses menuju Madinah juga tersedia melalui kereta cepat, penerbangan domestik, maupun bus darat, sehingga arus pergerakan jamaah antara dua kota suci dapat tetap terkelola dengan baik.
Layanan Modern di Masjidil Haram dan Nabawi
Selama menjalankan ibadah, jamaah dapat memanfaatkan berbagai fasilitas di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Layanan tersebut meliputi penyediaan kursi roda manual dan elektrik, pusat bimbingan dan penerjemahan instan, pengaturan kunjungan Raudhah melalui Nusuk, penitipan barang, penyediaan air Zamzam, hingga platform panduan digital.
Seluruh layanan tersebut dirancang untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan jamaah di tengah kepadatan ibadah Ramadan.
Imbauan Ketertiban dan Kesehatan
Pihak berwenang mengingatkan jamaah untuk menjaga ketenangan dan ketertiban, menghindari desak-desakan maupun aktivitas memotret yang dapat mengganggu ibadah. Jamaah juga diminta mematuhi larangan membawa barang terlarang serta mengikuti panduan keluar-masuk area ibadah.
Selain itu, persiapan kesehatan sebelum keberangkatan dan kepatuhan terhadap panduan selama di Tanah Suci terus diimbau demi memastikan pengalaman umrah yang aman dan lancar.
Melalui sistem digital terintegrasi ini, Arab Saudi menegaskan langkah menuju pengelolaan musim umrah yang cerdas dan berkelanjutan, dengan mengedepankan teknologi dan tata kelola modern untuk memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan tertinggi bagi jamaah selama Ramadan.
