MADANINEWS.ID, JAKARTA – Sahur bukan sekadar aktivitas makan sebelum imsak. Dalam Islam, sahur memiliki kedudukan istimewa dan menjadi pembeda utama antara puasa umat Islam dan puasa non-Muslim. Karena itu, Rasulullah ﷺ sangat menekankan pentingnya sahur, bahkan meskipun hanya dengan seteguk air.
Hal ini dijelaskan dalam ceramah Ahmad Zainuddin, dai yang berkhidmat di Kajian Sunnah Jakarta. Ia menegaskan bahwa perintah sahur secara langsung datang dari Rasulullah ﷺ sebagai ciri khas ibadah puasa dalam Islam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
فَصْلٌ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَ صِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
“Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab adalah makan sahur.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa sahur bukan sekadar sunnah biasa, melainkan sunnah yang sangat ditekankan (sunnah muakkadah).
Keutamaan Sahur dalam Islam
Selain menjadi pembeda ibadah puasa, sahur memiliki banyak keutamaan yang ditegaskan dalam hadis-hadis sahih.
1. Sahur Penuh dengan Keberkahan
Rasulullah ﷺ menyebut sahur sebagai makanan yang mengandung keberkahan.
Dari Salman radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
اَلْبَرَكَةُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: اَلْجَمَاعَةُ، وَالثَّرِيْدُ، وَالسَّحُوْرُ
“Keberkahan ada pada tiga perkara: berjamaah, ats-tsarid (makanan khas Arab), dan sahur.”
(HR. Thabrani)
Keberkahan yang dimaksud adalah kebaikan yang banyak, terus bertambah, dan memberi manfaat jangka panjang, baik secara fisik maupun spiritual.
Dari Abdullah bin Al-Harits radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya makan sahur ini adalah barakah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian meninggalkannya.”
(HR. An-Nasa’i dan Ahmad, sanad sahih)
2. Allah dan Malaikat Berselawat bagi Orang yang Bersahur
Salah satu keutamaan terbesar sahur adalah turunnya selawat Allah dan doa para malaikat bagi orang yang bersahur.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اَلسَّحُوْرُ أَكْلَةُ بَرَكَةٍ، فَلاَ تَدَعُوْهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلاَ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْنَ
“Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang yang bersahur.”
(HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
Selawat Allah bermakna pujian dan rahmat, sedangkan selawat malaikat bermakna doa ampunan dan kebaikan bagi orang yang bersahur.
Hukum Bersahur dalam Puasa Ramadan
Para ulama sepakat bahwa bersahur hukumnya sunnah muakkadah, sangat dianjurkan dan tidak boleh diremehkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةٌ
“Bersahurlah, karena di dalam sahur terdapat keberkahan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa sahur tetap dianjurkan meskipun hanya dengan minum air:
تَسَحَّرُوا وَلَوْ بِجُرْعَةٍ مِنْ مَاءٍ
“Bersahurlah walaupun hanya dengan seteguk air.”
(HR. Abu Ya’la)
Sahur, Identitas Puasa Umat Islam
Dari seluruh penjelasan hadis tersebut, sahur bukan hanya soal kesiapan fisik, tetapi juga identitas ibadah puasa umat Islam. Sahur adalah bentuk ketaatan, mengikuti sunnah Nabi ﷺ, sekaligus pembeda jelas antara puasa kaum Muslimin dan puasa Ahlul Kitab.
Karena itu, para ulama menekankan agar sahur tidak ditinggalkan dengan sengaja, meskipun hanya sekadar minum air, karena nilai keberkahannya jauh lebih besar daripada sekadar makan.
