MADANINEWS.ID, JAKARTA – Menjelang Ramadan 2026, pengawasan terhadap keberangkatan jemaah umrah diperketat untuk mencegah penyalahgunaan perjalanan ibadah sebagai modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta menyiagakan sistem skrining berlapis di pintu keluar negeri sebagai langkah antisipasi.
Penguatan pengawasan dilakukan di tengah berlanjutnya penindakan kasus TPPO sepanjang 2025, termasuk temuan yang memanfaatkan rute perjalanan ke luar negeri. Aparat imigrasi menilai periode menjelang Ramadan rawan dimanfaatkan jaringan tertentu untuk meloloskan korban dengan dalih ibadah.
Daftar SoI Picu Alarm di Autogate
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Galih Priya Kartika Perdhana menjelaskan, penumpang yang terindikasi memiliki keterkaitan dengan TPPO dimasukkan ke dalam daftar Subject of Interest (SoI). Daftar ini terintegrasi dengan sistem pemeriksaan untuk memunculkan peringatan dini.
“Jadi terhadap mereka yang terafiliasi ataupun pernah ikut, ataupun mungkin ada kaitan, itu kami masukkan ke dalam list Subject of Interest. Jadi ketika mungkin mereka berangkat, itu akan ada alert di sistem, baik itu autogate ataupun pemeriksaan manual dan dari situ kita melakukan pencegahan,” ujar Galih, Rabu (11/2/2026).
Selain berbasis sistem, Imigrasi Soetta juga melakukan pengamatan terhadap gestur dan perilaku calon penumpang. Upaya ini diperkuat melalui koordinasi dengan Polresta Bandara Soekarno-Hatta serta BP3MI Banten.
Galih menyebut, pihaknya tengah menyiapkan peluncuran PMI Lounge di Terminal 3 untuk memperkuat pencegahan.
“Ini sedang berjalan, kita akan ada kerja sama meluncurkan PMI Lounge di Terminal 3. Tunggu tanggal mainnya, di mana nanti itu juga akan mengait teman-teman BP3MI untuk lebih intens di situ untuk menekan TPPO,” jelas Galih.
Modus Berkedok Ibadah Pernah Terungkap
Langkah pencegahan ini dinilai krusial mengingat sebelumnya aparat telah mengungkap kasus TPPO yang memanfaatkan perjalanan ibadah. Di Bandara Soekarno-Hatta, kepolisian pernah menangkap jaringan yang menggunakan rute umrah palsu atau perjalanan ke luar negeri untuk tujuan eksploitasi, dengan tujuh tersangka ditetapkan pada 2025.
Di luar pengawasan keberangkatan, Imigrasi Soetta juga memperluas pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) di wilayah kerjanya. Program ini disebut sebagai bagian dari agenda prioritas nasional di sektor imigrasi.
“Pemeriksaan kesehatan gratis yang merupakan salah satu dari 15 program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Itu juga selaras dengan arahan Presiden, kaitan dengan Astacita di situ. Ini adalah salah satu aktualisasinya,” kata Galih.
Program CKG dilaporkan melibatkan fasilitas kesehatan serta tenaga medis di unit layanan imigrasi, dengan peluang kolaborasi bersama petugas kesehatan di sekitar masyarakat.
Sepanjang 2025, pengungkapan TPPO masih tinggi. Bareskrim Polri mencatat ratusan kasus perdagangan orang ditangani dengan korban lebih dari seribu individu dan ratusan tersangka.
Di sisi lain, terdapat laporan bahwa visa umrah dan perjalanan religius lain berpotensi disalahgunakan oleh jaringan tertentu, meski tidak semua kasus teridentifikasi secara resmi sebagai TPPO.
Dengan Ramadan yang semakin dekat, penguatan pengawasan di bandara internasional dinilai menjadi langkah penting untuk menutup celah praktik perdagangan orang yang memanfaatkan rute ibadah.
