Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Empat Agenda Strategis Ini Jadi Fondasi Pembenahan Layanan Haji RI

Abi Abdul Jabbar Sidik
12 February 2026 | 06:34
rubrik: Haji & Umrah, Indeks
Empat Agenda Strategis Ini Jadi Fondasi Pembenahan Layanan Haji RI

Kementerian Haji Umrah RI menggelar Kegiatan Manasik Haji Nasional. (foto: dok kemenhaj ri)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah menegaskan arah baru peningkatan kualitas penyelenggaraan haji dengan menitikberatkan pada pelayanan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/02/2026), Kementerian Haji dan Umrah memaparkan empat program strategis yang menjadi fondasi perbaikan layanan bagi jemaah Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf, yang menyebut penyelenggaraan haji tidak semata soal ritual, tetapi juga menyangkut tata kelola, perlindungan jemaah, serta nilai keadaban dan peradaban.

Empat Program Jadi Fokus Pembenahan

Menurut Irfan Yusuf, pemerintah saat ini memfokuskan pembenahan layanan haji melalui empat program strategis, yakni penurunan biaya haji, penataan kebijakan daftar tunggu (waiting list), penguatan ekspor produk Indonesia untuk kebutuhan haji, serta pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi.

“Penurunan biaya haji tidak berarti menurunkan kualitas layanan. Justru efisiensi yang kami lakukan diarahkan untuk memastikan layanan tetap optimal dan hak jemaah tetap terpenuhi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penataan waiting list terus dilakukan agar lebih transparan dan adil. Sementara penguatan ekspor produk Indonesia diarahkan untuk mendukung sukses ekonomi haji. Adapun pembangunan Kampung Haji diharapkan menjadi pusat layanan sekaligus simbol kehadiran negara bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan

Dalam kesempatan tersebut, Irfan Yusuf juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap layanan haji yang ramah bagi kelompok rentan. Dengan mengusung tagline Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan, kebijakan haji disesuaikan dengan karakteristik jemaah Indonesia.

Ia menyebut, mayoritas jemaah haji Indonesia adalah perempuan, sehingga penguatan layanan serta peningkatan jumlah petugas pembimbing ibadah perempuan menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan.

“Haji harus ramah, aman, dan manusiawi. Lansia, disabilitas, dan perempuan harus merasa dilayani, bukan disulitkan,” ujarnya.

Istithaah Jadi Kunci Kesiapan Jemaah

Selain aspek layanan, Menteri Haji dan Umrah menekankan pentingnya kesiapan jemaah sebagai bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah. Kesiapan tersebut dikaitkan dengan konsep istithaah sebagai syarat utama keberangkatan haji.

See also  Anggaran Terbatas, Kemenhaj Minta Tambahan Rp3,1 Triliun Buat Urus Haji

Istithaah mencakup kesiapan ilmu manasik (istithaah syar’iyah), kemampuan pembiayaan (istithaah maliyah), serta kesiapan kesehatan (istithaah shihiyyah).

“Haji adalah ibadah yang sakral. Jemaah harus benar-benar siap secara ilmu, fisik, dan mental. Kesadaran membangun pola hidup sehat menjadi bagian dari ibadah itu sendiri,” kata Irfan Yusuf.

Ia juga mengingatkan agar jemaah mampu beribadah secara mandiri, tidak sepenuhnya bergantung pada pihak lain, melainkan mengandalkan kekompakan dan kesadaran dalam kelompok masing-masing.

Menuju Tri Sukses Haji

Manasik Haji Nasional ini, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya mewujudkan Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekonomi, serta sukses keadaban dan peradaban.

“Haji bukan hanya soal sahnya ibadah, tetapi juga tentang nilai, etika, dan peradaban yang dibawa jemaah sebagai duta bangsa,” pungkasnya.

Melalui penguatan program strategis dan layanan yang berorientasi pada kebutuhan jemaah, pemerintah berharap penyelenggaraan haji ke depan semakin berkualitas, inklusif, serta memberikan pengalaman ibadah yang aman dan bermakna.

Tags: gus irfanhaji disabilitashaji ramah lansiaistithaah hajikemenhaj rilayanan hajimanasik hajiprogram strategis hajitri sukses haji
Previous Post

Kemenhaj- BRIN Sepakat Perkuat Tata Kelola Haji Berbasis Riset

Next Post

Marak TPPO Berkedok Ibadah, Imigrasi Soetta Awasi Ketat Keberangkatan Umrah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks