MADANINEWS.ID, JAKARTA – Menjelang operasional ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah mulai mengintensifkan penguatan sumber daya manusia petugas haji. Salah satu langkah awalnya ditandai dengan pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang digelar di Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Diklat ini resmi dibuka oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid dan Ansory Siregar, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian Haji dan Umrah.
Fokus Siapkan Petugas Hadapi Dinamika Lapangan
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo menegaskan, diklat PPIH merupakan tahapan penting dalam memastikan kesiapan operasional penyelenggaraan haji tahun depan.
“Diklat ini bertujuan membentuk dan meningkatkan kompetensi, profesionalitas, serta kesiapan petugas agar mampu memberikan pelayanan prima kepada jemaah haji Indonesia,” ujar Puji Raharjo saat membuka kegiatan Diklat PPIH Arab Saudi di Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Menurut Puji, materi pelatihan tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga penguatan fisik, koordinasi, serta kemampuan manajerial. Seluruh bekal tersebut dibutuhkan agar petugas mampu merespons dinamika pelayanan, baik di Arab Saudi maupun di titik embarkasi dan debarkasi.
Lebih lanjut, Puji menekankan pentingnya keseragaman persepsi di antara seluruh petugas PPIH. Hal itu dinilai krusial untuk menjaga kualitas layanan yang konsisten bagi jemaah haji Indonesia.
“Penguatan kemampuan pelayanan, komunikasi, serta penanganan jemaah menjadi fokus utama. Selain itu, petugas juga harus memahami dengan baik tugas, fungsi, serta alur koordinasi lintas sektor,” tegasnya.
Digelar Tiga Pekan, Libatkan Fasilitator Berpengalaman
Sementara itu, Direktur Bina Petugas Haji Reguler Chandra Sulistio Reksoprodjo menyampaikan bahwa Diklat PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M akan berlangsung selama tiga pekan, mulai 10 hingga 30 Januari 2026.
Ia menyoroti peran fasilitator sebagai kunci pembentukan karakter petugas haji yang tangguh dan berorientasi pelayanan.
“Fasilitator harus menjadi suri teladan dan mampu mencetak petugas yang sigap, berorientasi pelayanan, serta siap membantu jemaah di setiap tahapan ibadah haji,” ujarnya.
Selain penguatan pemahaman alur registrasi dan pelayanan di lapangan, peserta diklat juga dibekali kemampuan bahasa Arab melalui pembelajaran intensif yang dibimbing oleh sembilan pengajar khusus.
Dengan rangkaian pelatihan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menyatakan optimistis penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah haji Indonesia.
