Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Hapus Skema Multisyarikah, Indonesia Hanya Tunjuk 2 Syarikah untuk Layani Haji 2026

Abi Abdul Jabbar Sidik
30 September 2025 | 06:00
rubrik: Haji & Umrah
Saudi Kritik Skema Pergerakan Jemaah Haji RI, Kemenag Beri Klarifikasi

Kedatangan jemaah haji tahun 2025 di Makkah. (foto:dok kemenag)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah RI akhirnya mengetok palu soal siapa yang bakal mengurus jemaah haji Indonesia tahun 2026. Dari belasan kandidat, hanya dua syarikah asal Arab Saudi yang terpilih melayani 203 ribu jemaah reguler Tanah Air.

Kabar ini diumumkan Kantor Urusan Haji (KUH) RI di Jeddah lewat akun Instagram resminya pada Senin (29/9/2025). Dua nama yang dipercaya adalah Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Al Bait Guest.

Sejak awal, ada 17 syarikah yang ikut mendaftar. Setelah melalui verifikasi, enam di antaranya sempat masuk tahap negosiasi: Mashariq Almasiah, Al Bait Guest, Rawaf Mina, Rafad Al Hajjaj Company, Alrifadah Pilgrim Service Company, serta Rakeen Mashariq.

Namun, setelah serangkaian pembahasan detail, dua nama terakhir yang diputuskan jadi mitra resmi adalah Rakeen Mashariq dan Al Bait Guest.

Belajar dari Masalah Tahun 2025

Langkah ini bukan tanpa alasan. Tahun lalu, pemerintah menerapkan skema multisyarikah yang justru menimbulkan banyak masalah di lapangan.

“BP Haji tidak akan menggunakan multisyarikah, paling banyak dua syarikah. Jadi, nantinya ada pembanding antara satu syarikah dan syarikah yang lain,” ujar Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (kini Kementerian Haji dan Umrah), Dahnil Anzar Simanjuntak, di Jakarta, Rabu (11/6).

Ia menyebut, dampak dari terlalu banyak syarikah justru dirasakan jemaah. Mulai dari bus yang tak tersedia, jemaah terpaksa jalan kaki dari Muzdalifah ke Mina, hingga koordinasi data yang berantakan.

“Ada jemaah Indonesia yang terpaksa berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina karena tidak ada bus, atau harus menunggu lama dari hotel ke Arafah,” kata Dahnil.

Masalah makin pelik ketika sinkronisasi data antara sistem Indonesia (Siskohat), manifest penerbangan, dan data otoritas Saudi tidak nyambung. Akibatnya, penempatan hotel kacau, transportasi molor, bahkan ada pasangan suami-istri yang akhirnya terpisah di hotel berbeda.

See also  Kemenag Resmikan Tiga Pusat Layanan Haji Terpadu di Aceh

Dengan skema baru dua syarikah ini, pemerintah berharap manajemen lebih terkendali. Fokusnya agar jemaah bisa beribadah dengan tenang tanpa dibebani masalah teknis seperti tahun sebelumnya.

Tags: haji 2026layanan hajimultisyarikahSyarikah
Previous Post

Kalau Ketemu Uang di Jalan, Harus Diumumkan atau Boleh Dipakai? Ini Jawabannya

Next Post

Saudi Libatkan 24 Perusahaan Asing untuk Layani Jemaah Haji 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks