MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah RI akhirnya mengetok palu soal siapa yang bakal mengurus jemaah haji Indonesia tahun 2026. Dari belasan kandidat, hanya dua syarikah asal Arab Saudi yang terpilih melayani 203 ribu jemaah reguler Tanah Air.
Kabar ini diumumkan Kantor Urusan Haji (KUH) RI di Jeddah lewat akun Instagram resminya pada Senin (29/9/2025). Dua nama yang dipercaya adalah Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Al Bait Guest.
Sejak awal, ada 17 syarikah yang ikut mendaftar. Setelah melalui verifikasi, enam di antaranya sempat masuk tahap negosiasi: Mashariq Almasiah, Al Bait Guest, Rawaf Mina, Rafad Al Hajjaj Company, Alrifadah Pilgrim Service Company, serta Rakeen Mashariq.
Namun, setelah serangkaian pembahasan detail, dua nama terakhir yang diputuskan jadi mitra resmi adalah Rakeen Mashariq dan Al Bait Guest.
Belajar dari Masalah Tahun 2025
Langkah ini bukan tanpa alasan. Tahun lalu, pemerintah menerapkan skema multisyarikah yang justru menimbulkan banyak masalah di lapangan.
“BP Haji tidak akan menggunakan multisyarikah, paling banyak dua syarikah. Jadi, nantinya ada pembanding antara satu syarikah dan syarikah yang lain,” ujar Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (kini Kementerian Haji dan Umrah), Dahnil Anzar Simanjuntak, di Jakarta, Rabu (11/6).
Ia menyebut, dampak dari terlalu banyak syarikah justru dirasakan jemaah. Mulai dari bus yang tak tersedia, jemaah terpaksa jalan kaki dari Muzdalifah ke Mina, hingga koordinasi data yang berantakan.
“Ada jemaah Indonesia yang terpaksa berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina karena tidak ada bus, atau harus menunggu lama dari hotel ke Arafah,” kata Dahnil.
Masalah makin pelik ketika sinkronisasi data antara sistem Indonesia (Siskohat), manifest penerbangan, dan data otoritas Saudi tidak nyambung. Akibatnya, penempatan hotel kacau, transportasi molor, bahkan ada pasangan suami-istri yang akhirnya terpisah di hotel berbeda.
Dengan skema baru dua syarikah ini, pemerintah berharap manajemen lebih terkendali. Fokusnya agar jemaah bisa beribadah dengan tenang tanpa dibebani masalah teknis seperti tahun sebelumnya.
