MADANINEWS.ID, MAKKAH – Arab Saudi menyiapkan inovasi baru untuk musim Haji 2026. Salah satunya adalah memangkas waktu tunggu jamaah di seluruh titik miqat utama menjadi maksimal 35 menit, lebih singkat dibanding musim 2025 yang rata-rata mencapai 39 menit.
Langkah ini diumumkan Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Situs Suci sebagai bagian dari rencana kesiapan Haji tahun depan. Data real-time dari musim 2025 (1446 H) digunakan sebagai dasar perencanaan.
Upgrade di Lima Miqat Utama
Beberapa miqat mengalami peningkatan fasilitas, mulai dari sistem transportasi hingga layanan ibadah.
-
Yalamlam: Kini punya stasiun istirahat bertenaga surya.
-
Masjid Al-Taneem: Ruang salat diperluas, sistem drainase diperbarui, kru pembersih siaga 24 jam.
-
Masjid Al-Juhfah: Jalur lalu lintas diatur ulang untuk mengurai kemacetan, kios layanan ditambah.
-
Qarn al-Manazil (Al-Sail Al-Kabir): Penataan halaman akhir, ruang salat bertambah 20%.
-
Wadi Muharram: Jalur langsung ke jalan raya dibuka, gangguan visual dihilangkan.
Di Masjid Al-Taneem, arus keluar-masuk jamaah kini dipisahkan agar lebih lancar. Sementara di Qarn al-Manazil, sajadah sudah digelar sejak pukul 4 pagi setiap hari untuk kenyamanan jamaah.
Fokus Kecepatan, Bukan Penambahan Lokasi
CEO Komisi, Insinyur Saleh Al-Rasheed, menegaskan bahwa fokus tahun depan bukan menambah jumlah lokasi, melainkan meningkatkan kecepatan operasional.
“Kami tidak menambah situs baru. Kami membuat yang sudah ada bekerja lebih cepat,” ujarnya, dikutip dari theislamicinformation.
Selain pemangkasan waktu tunggu, respons terhadap keluhan jamaah juga ditargetkan lebih cepat—dari sebelumnya 150 menit menjadi hanya 120 menit. Meski begitu, tingkat kepuasan jamaah tetap stabil di angka 99%.
Target Operasional Haji 2026
Semua lokasi miqat ditargetkan siap penuh beroperasi pada 25 Dzulqa’dah 1447 H (20 Agustus 2026) sesuai jadwal resmi. Dengan skema baru ini, pemerintah Saudi memperkirakan 3,5 juta jamaah akan menunaikan Haji/Umrah pada 2026, naik dari 3,2 juta di tahun sebelumnya.
Tidak ada miqat baru yang dibuka, melainkan seluruh pembaruan diarahkan pada infrastruktur yang sudah ada, tetap menjaga standar arsitektur Islami. Tim pemeliharaan pun kini bekerja dalam shift 8 jam, sehingga layanan tidak pernah berhenti meski malam hari.
