MADANINEWS.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan penuh dari Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS), untuk mewujudkan proyek ambisius “Kampung Haji” Indonesia di kawasan elite Makkah, hanya sekitar 400 meter dari Masjidil Haram. Kabar ini diungkap oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani dalam sela kunjungannya mendampingi Presiden ke Belgia.
Rosan menyebut kabar tersebut sebagai buah dari diplomasi Presiden Prabowo saat berkunjung ke Arab Saudi beberapa waktu lalu. Proyek Kampung Haji disebut akan dibangun di ring satu Masjidil Haram, sebuah kawasan premium yang sangat strategis bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Menanggapi hal ini, Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj menilai dukungan langsung dari MBS adalah bukti bahwa diplomasi luar negeri Prabowo berjalan efektif dan strategis.
“Realisasi pembangunan kampung haji akan menjadi lompatan besar yang sangat berarti dalam pemerintahan Prabowo karena akan berdampak sangat luas bagi penguatan ekosistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, transformasi tata kelola manajemen penyelenggaraan ibadah haji yang lebih efisien dan mendorong nilai tambah,” kata Mustolih di Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Menurut Mustolih, Indonesia sebagai negara pengirim jemaah haji terbesar – dengan rata-rata 221 ribu orang tiap tahunnya, serta sekitar 1,5 juta jemaah umrah – memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Namun hingga kini, berbagai elemen penyelenggara haji dan umrah masih terkesan berjalan sendiri tanpa kerangka koordinasi yang solid.
“Selama ini, stakeholders penyelenggaraan haji dan umrah belum terintegrasi dan satu visi, masing-masing seperti berjalan sendiri-sendiri tanpa blueprint dan desain yang jelas,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan kampung haji akan memungkinkan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji dan umrah—dari pelayanan, bisnis, hingga diplomasi—bisa terkoneksi dan terkoordinasi lebih baik.
“Sehingga memberikan dampak dan nilai bukan saja bagi jamaah, para pelaku bisnis sektor tersebut, termasuk juga negara tuan rumah,” lanjutnya.
Mustolih menambahkan, proyek ini juga memiliki nilai strategis dalam konteks hubungan luar negeri Indonesia, khususnya dengan kawasan Timur Tengah.
“Di samping itu, hal ini akan berdampak memperkuat posisi dan kepercayaan negara-negara kawasan Timur Tengah,” ujarnya.
Komnas Haji sendiri mendesak agar Presiden Prabowo segera membentuk tim lintas sektor yang terdiri dari para ahli dan pakar berintegritas guna menyusun grand design dan peta jalan Kampung Haji di Tanah Suci.
“Kampung haji nantinya diharapkan bisa menjadi pusat berbagai aktivitas yang terintegrasi. Jadi, bukan hanya sebagai kawasan residensial bagi jamaah haji dan umrah, tetapi juga mencakup kawasan komersial, layanan publik, sentra kegiatan keagamaan, pusat diplomasi, dan budaya di kancah global,” ungkap Mustolih.
Ia menekankan bahwa Arab Saudi merupakan simpul strategis dalam pergerakan masyarakat global, sehingga kampung haji bisa menjadi representasi Indonesia di jantung dunia Islam.
