Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Tips Aman dan Nyaman bagi Jemaah Haji Selama di Madinah, Catat Baik-Baik!

Abi Abdul Jabbar Sidik
7 May 2025 | 11:04
rubrik: Haji & Umrah, Kabar Tanah Suci
Jemaah Lupa Jalan Menuju Hotel Usai dari Masjid Nabawi, Apa yang harus Dilakukan?

Jemaah Haji Indonesia di Masjid Nabawi. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MADINAH – Sejak 2 Mei 2025, jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke Arab Saudi dan akan menginap lebih dulu di Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. Agar kegiatan selama berada di kota suci ini berjalan lancar, penting bagi jemaah untuk memahami sejumlah arahan dan informasi penting.

Persiapan Setibanya di Madinah

Dalam Buku Manasik Haji 2025 yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), sebagaimana dikutip pada Jumat (2/5/2025), terdapat berbagai panduan dan larangan yang ditujukan untuk memudahkan aktivitas jemaah selama berada di Madinah.

Sejak tiba di Bandara Madinah, jemaah diminta untuk menjaga ketertiban dan suasana damai. Mereka akan langsung diantar ke hotel masing-masing menggunakan bus.

Setibanya di hotel, jemaah disarankan mencatat secara rinci informasi penting seperti nama atau nomor hotel, nama penyelenggara haji (majmuah) dari pihak Arab Saudi, serta lokasi tempat tinggal. Langkah ini berguna agar jemaah tidak kesulitan saat kembali ke tempat menginap.

Ibadah di Masjid Nabawi: Bijak dalam Menjaga Kesehatan

Karena letak hotel relatif dekat dari Masjid Nabawi, Kemenag menganjurkan jemaah untuk melaksanakan salat wajib di masjid tersebut. Namun demikian, mereka tidak disarankan memaksakan diri menunaikan salat arbain—yaitu salat berjemaah sebanyak 40 kali di Masjid Nabawi secara berturut-turut.

Perlu diketahui bahwa arbain bukan termasuk bagian dari rukun maupun kewajiban ibadah haji. Selain itu, waktu yang tersedia di Madinah kemungkinan tidak cukup untuk menyelesaikan arbain. Mengingat cuaca panas serta pentingnya menjaga kesehatan menjelang puncak haji di Makkah, stamina jemaah perlu dijaga dengan baik.

“Jemaah haji lemah, lansia, risiko tinggi dan sakit, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melakukan salat arbain di Masjid Nabawi dengan tetap salat berjemaah di hotel,” tulis Kemenag dalam buku panduan tersebut.

See also  Penting! Ini Tiga Amalan yang Dianjurkan Saat Jemaah Haji Berada di Madinah

Jemaah juga dianjurkan untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW yang berada di area Masjid Nabawi serta melakukan doa di Raudhah sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun perlu dicatat bahwa kegiatan ini bersifat sunah, bukan bagian dari kewajiban ibadah haji.

“Hukum berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabat, salat arbain dan berziarah ke tempat-tempat bersejarah lainnya adalah sunah.”

Kenyamanan Tinggal di Hotel dan Aktivitas Harian

Untuk aktivitas luar ruangan, Kemenag mengingatkan pentingnya perlindungan diri, seperti mengenakan masker dan membawa payung. Disarankan pula untuk menjaga pola makan dengan teratur dan sesuai jadwal agar makanan tetap dalam kondisi layak konsumsi.

Jemaah Indonesia akan ditempatkan di sekitar 95 hotel di kawasan dekat Masjid Nabawi. Karena lokasinya tidak jauh dari masjid, jemaah dapat menempuhnya dengan berjalan kaki.

Namun, perlu diperhatikan bahwa proses check in dan check out hotel diatur secara ketat berdasarkan sistem e-hajj atau Nusuk. Oleh karena itu, penting bagi jemaah untuk disiplin dalam mematuhi jadwal yang ditetapkan.

Ukuran lobi hotel di Madinah biasanya terbatas, begitu pula dengan kapasitas lift. Maka dari itu, jemaah disarankan untuk mengatur waktu keberangkatan dan kepulangan dari masjid agar tidak menunggu terlalu lama di antrean lift. Jika antrean terlalu panjang, jemaah bisa memperbanyak zikir atau doa di masjid sambil menunggu waktu kembali ke hotel.

Perlu diketahui pula bahwa hotel-hotel di Madinah tidak menyediakan musala khusus, dan mayoritas hotel yang digunakan jemaah berkategori bintang tiga hingga lima. Fasilitas seperti mesin cuci atau area untuk menjemur pakaian tidak tersedia. Menjemur baju di jendela atau membuat gantungan dengan memaku tembok maupun mengikat tali pada sprinkle (alat pemadam api) sangat dilarang.

See also  DPR Ingatkan Risiko Pemerataan Antrean Haji Jadi 26 Tahun

Kemenag juga menegaskan larangan merokok di area hotel maupun lingkungan sekitar Masjid Nabawi.

Terakhir, jemaah dapat mengikuti program city tour di Madinah yang disediakan oleh penyelenggara lokal atau syarikahyang bekerja sama dengan majmuah.

Tags: haji 2025jemaah haji indonesiajemaah haji madinah
Previous Post

Menag Sebut Biaya Haji Masih Berpeluang Turun Lagi

Next Post

Nyaman! Jamaah Haji Lansia Dapat Layanan Khusus di Bandara Madinah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks