Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Mengenal Nafar Awal dan Tsani dalam Haji: Dua Pilihan Penting di Hari-Hari Tasyriq

Abi Abdul Jabbar Sidik
6 May 2025 | 15:06
rubrik: Haji & Umrah, Manasik
Mengenal Nafar Awal dan Tsani dalam Haji: Dua Pilihan Penting di Hari-Hari Tasyriq

Jemaah Haji di Mina. (foto: ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MINA  – Dalam ibadah haji, umat Islam mengenal sejumlah istilah penting yang menyertai tahapan-tahapan manasik. Salah satu istilah yang kerap terdengar namun belum tentu dipahami secara utuh oleh sebagian jamaah adalah “nafar” – yakni nafar awal dan nafar tsani. Walaupun bukan bagian dari rukun haji, keduanya merupakan bagian dari rangkaian ritual penting yang dilakukan di Mina, setelah pelaksanaan lempar jumrah.

Secara bahasa, kata nafar berarti “rombongan”. Dalam konteks ibadah haji, istilah ini digunakan untuk menggambarkan waktu keberangkatan jamaah haji dari Mina menuju Makkah setelah menyelesaikan amalan-amalan di hari-hari tasyriq (11–13 Dzulhijjah).

Dua Kategori Nafar: Awal dan Tsani

Nafar terbagi menjadi dua jenis:

  • Nafar Awal: Keberangkatan dari Mina pada tanggal 12 Dzulhijjah

  • Nafar Tsani: Keberangkatan dari Mina pada tanggal 13 Dzulhijjah

Ulama dari mazhab Hanafiyah, Mazhar al-Din al-Zaydani (w. 727 H/1327 M), menjelaskan istilah ini dalam kitab al-Mafatih Fi Syarhi al-Mashabih:

والمراد بـ (النَّفْرِ) ها هنا: اليوم الثالث من أيام التشريق،… يسمى النَّفْرِ الأول، واليوم الثالث: يسمى النَّفْرِ الثاني، وسمي اليومُ الثاني النَّفْرَ الأول؛ لأنه يجوز للحُجَّاج أن ينفروا؛ أي: يذهبوا من منى

“Adapun yang dimaksud dengan nafar dalam haji yaitu 3 hari sejak hari tasyriq. Hari kedua dari tasyrik (12 Dzulhijjah) dinamakan nafar awal. Hari ketiga (13 Dzulhijjah) namanya nafar tsani. Dikatakan nafar awal karena orang-orang yang haji boleh berangkat dari Mina di hari itu.”

Penjelasan lebih mendalam juga datang dari Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ Syarah al-Muhazzab [6/442]:

وَالثَّانِي) يَوْمُ النَّفْرِ الْأَوَّلِ لِأَنَّهُ يَجُوزُ النَّفْرُ فِيهِ لِمَنْ تَعَجَّلَ (وَالثَّالِثُ) يَوْمُ النَّفْرِ الثَّانِي وَسُمِّيَتْ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ لِأَنَّ الْحُجَّاجَ يُشَرِّقُونَ فِيهَا لُحُومَ الْأَضَاحِيّ وَالْهَدَايَا أي ينشرونها ويقددونها وايام

“Kedua (hari tasyriq) hari nafar awal karena orang yang haji yang keburu boleh berangkat atau meninggalkan Mina. Ketiga (hari tasyriq) hari nafar tsani dan dinamakan hari-hari tasyriq karena orang-orang haji mengalirkan (menyembelih) darah-darah hewan kurban dan hadiah, artinya menyebarkannya dan memotong-motongnya.”

Landasan Al-Qur’an

Istilah nafar dalam haji juga dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 203:

See also  Ketegaran Hati Runiti Tetap Berangkat ke Tanah Suci Meski Ditinggal Wafat Suami di Embarkasi

وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن تَعَجَّلَ فِى يَوْمَيْنِ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.”(QS. Al-Baqarah: 203)

Ketentuan Nafar Awal

  1. Dilakukan pada tanggal 12 Dzulhijjah, sebelum matahari terbenam.
  2. Jamaah harus sudah meninggalkan Mina sebelum Maghrib. Jika masih berada di Mina setelah matahari terbenam, maka secara otomatis masuk ke dalam Nafar Tsani.
  3. Biasanya dipilih oleh jamaah yang memiliki keperluan mendesak atau alasan kesehatan dan ingin segera menyelesaikan kewajiban hajinya.

Ketentuan Nafar Tsani

  1. Dilakukan pada tanggal 13 Dzulhijjah.
  2. Jamaah tetap tinggal di Mina dan kembali melakukan lempar jumrah pada hari ketiga tasyriq.
  3. Biasanya dipilih oleh jamaah yang ingin menyempurnakan ibadah dengan menetap selama seluruh hari tasyriq.

Penjelasan tambahan mengenai nafar tsani disampaikan kembali dalam kitab al-Mafatih Fi Syarhi al-Mashabih:

وكذلك اليوم الثالث من أيام التشريق يُسمَّى النَّفْرَ الثاني؛ لأن مَنْ لم ينفر في الثاني ينفر في اليوم الثالث، الحُجَّاج مخيَّرون فمن شاء نفر في اليوم الثاني، ومن شاء في الثالث، فمَنْ نفَّرَ في اليوم الثالث قبل غروب الشمس، سقط عنه مبيت ليلة النفر الثاني، وسقط عنه أيضًا رمي اليوم الثالث، وهو النفر الثاني ومَنْ لم ينفر في النفر الأول حتى غربت الشمس؛ لزمه أن يبيت ليلة النفر الثاني، وأن يرميَ اليوم الثالث

“Hari ketiga dari hari tasyriq disebut nafar tsani. Karena orang yang tidak berangkat pada hari sebelumnya maka berangkat di hari itu. Jamaah haji diberikan pilihan – boleh nafar pada hari kedua atau ketiga. Jika seseorang melakukan nafar pada hari ketiga sebelum matahari terbenam, maka gugur kewajiban bermalam dan lempar jumrah hari itu. Namun jika tetap berada di Mina hingga matahari terbenam pada hari kedua, maka wajib bermalam dan melempar jumrah di hari ketiga.”

Kesimpulan:
Nafar Awal dan Tsani bukan hanya sekadar teknis keberangkatan jamaah dari Mina, tetapi juga mencerminkan fleksibilitas dan kemudahan dalam syariat Islam. Melalui pilihan ini, jamaah dapat menyesuaikan kondisi masing-masing tanpa mengurangi nilai ibadah yang dijalankan, selama tetap berada dalam koridor yang telah ditentukan oleh syariat.

See also  Alasan Larangan Berpuasa di Hari Tasyrik
Tags: Hari Tasyriqnafar awalnafar tsani
Previous Post

Mau Haji atau Umrah Lancar? Jangan Lewatkan Amalan Ini Sebelum Berangkat ke Tanah Suci!

Next Post

Wajib Tahu! Inilah Kesalahan Membaca Al-Qur’an yang Sering Diabaikan!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks