Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Mau Haji atau Umrah Lancar? Jangan Lewatkan Amalan Ini Sebelum Berangkat ke Tanah Suci!

Abi Abdul Jabbar Sidik
6 May 2025 | 14:03
rubrik: Haji & Umrah, Manasik
Mau Haji atau Umrah Lancar? Jangan Lewatkan Amalan Ini Sebelum Berangkat ke Tanah Suci!

Jemaah haji berangkat ke tanah suci. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Menunaikan ibadah haji atau umrah bukan hanya soal persiapan logistik dan fisik. Dalam pandangan Imam al-Ghazali, ada pula persiapan spiritual yang sangat penting untuk dilakukan sebelum meninggalkan rumah.

Dalam karya monumentalnya Ihya Ulumuddin, Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa umat Islam disunnahkan untuk shalat sunnat dua rakaat sebelum keluar rumah menuju perjalanan haji atau umrah. Dalam shalat tersebut, pada rakaat pertama setelah membaca Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas.

Setelah selesai shalat, dianjurkan untuk mengangkat tangan dan membaca doa berikut ini dengan hati yang ikhlas dan niat yang tulus:

اللَّهُمَّ أَنْتَ صَاحِبُ السَّفَرِ وَأَنْتَ الخَلِيفَة فِي الأَهْلِ وَالمَالِ وَالوَلَدِ وَالأَصْحَابِ احْفَظْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ كُلِّ آفَةٍ وَعَاهَةٍ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي مَسِيرِنَا هَذَا البِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ العَمَلِ مَاتَرْضَى، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أِنَّ تَطْوَى لَنَا الأَرْضَ وَتُهّوِّنَ عَلَيْنَا السَفَرَ وَأَنْ تَرْزُقْنَا فِي سَفَرِنَا سَلَامَةَ الْبَدَنِ وَالدِّينِ وَالمَالِ وَتُبَلِّغْنَا حَجَّ بَيتِكَ وَزِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نّعُوذُبِكَ مِنْ عَثَاِء السَفَرِ وَكآبَةِ المُنْقَلِبِ وَسُوءِ النَّظَرِ فِي الأَهْلِ وَالمَالِ وَالوَلَدِ وَالأصْحَابِ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِي جِوَارِكَ وَلَاتُسَلِّبْنَا وَإِيَّاهُمْ نِعْمَتَكَ وَلَاتُغَيِّرْ مَا بِنَا وَبِهِمْ مِنْ عَافِيَتِكَ

Artinya; Ya Allah, Engkau adalah kawan dalam perjalanan, dan Engkau adalah pengawas dalam menjaga  keluarga, harta, anak, dan teman-teman. Selamatkan kami dan mereka dari setiap petaka dan penyakit. Ya Allah, dalam perjalanan ini kami memohon pada-Mu  kebaikan, ketakwaan dan amal baik yang engkau ridhai. Ya Allah, dekatkan dan mudahkanlah perjalanan ini untuk kami. Anugerahkan pada kami dalam perjalanan ini keselamatan badan, agama, harta serta sampaikanlah kami untuk menunaikan haji ke rumah-Mu dan menziarahi makam Nabi-Mu Muhammad Saw. Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, cuaca yang menyedihakan dan pemandangan yang buruk dalam keluarga, harta, anak dan teman. Ya Allah jadikanlah kami dan mereka dalam penjagaanmu, jangan cabut dari kami dan mereka nikmat dan kesehatan.

Tak berhenti di situ. Ketika jamaah telah siap dan hendak melangkahkan kaki keluar dari rumah, Imam al-Ghazali juga menyarankan untuk membaca doa berikut di ambang pintu:

See also  Polisi Gagalkan Keberangkatan 36 Calon Haji Ilegal, Modus Gunakan Visa Kerja

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَي اللهِ وَلَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ, رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضِلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزِلَّ  أَوْ أَظْلَمَ أَوْ أُظْلِمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيّ اللهم إني لا أخرج شرا ولا بطرا ولا رياء ولا مسعة بل خرجت اتقاء سخطك وابتغاء مرضاتك وقضاء فرضك واتباع سنة نبيك وشوقا إلى لقائك

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah. Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan dan yang menyesatkan, dari tergelincir dan yang digelincirkan, dari perbuatan dzalim dan didzalimi atau mengganggu dan diganggu. Ya Allah aku keluar bukan untuk kejelekan tidak pula terburu-buru, tidak karena riya dan pamer, tapi aku keluar untuk menjauhi amarah-Mu dan mengharap keridhaan-Mu, dan untuk menunaikan Engkau wajibkan, dan mengikuti sunah nabi-Mu, dan karena kerinduan ingin bertemu dengan-Mu”

Ikhtiar Spiritual dan Teknologi

Pembacaan doa-doa ini bukan hanya rutinitas, melainkan bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah SWT agar perjalanan menuju Tanah Suci berjalan lancar, aman, dan penuh berkah. Sunnah ini menunjukkan pentingnya kesiapan batin di samping kesiapan fisik.

Tak kalah penting, para jamaah juga diimbau untuk mempersiapkan alat komunikasi yang memadai agar tetap dapat berinteraksi dengan keluarga di tanah air selama menjalankan ibadah haji atau umrah. Di era digital saat ini, konektivitas bukan hanya soal kemudahan, tapi juga menjadi sarana menjaga ketenangan keluarga yang ditinggalkan.

Dengan kesiapan spiritual dan teknis yang seimbang, diharapkan perjalanan menuju Baitullah menjadi pengalaman ibadah yang penuh makna dan keselamatan.

Tags: amalan hajidoa berangkat hajidoa hajihaji 2025
Previous Post

Hukum Walimatus Safar Haji Umrah: Antara Tradisi dan Tuntunan Sunnah

Next Post

Mengenal Nafar Awal dan Tsani dalam Haji: Dua Pilihan Penting di Hari-Hari Tasyriq

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks