Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Arab Saudi Resmikan Pusat Budaya dan Sejarah Khasirat Ayn Zubaida Center di Makkah

Abi Abdul Jabbar Sidik
8 January 2024 | 09:00
rubrik: Haji & Umrah, Kabar Tanah Suci
Arab Saudi Resmikan Pusat Budaya dan Sejarah Khasirat Ayn Zubaida Center di Makkah

Khasirat Ayn Zubaida Center diresmikan di Makkah. (foto:arab news)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MAKKAH — Sebagai perpanjangan dari proyek pengembangan situs bersejarah, Komisi Kerajaan Saudi untuk Makkah (Saudi Royal Commission for Makkah and Holy Sites) dan Tempat Suci baru-baru ini meresmikan pusat budaya dan rekreasi Khasirat Ayn Zubaida di Makkah. Rencananya tempat ini akan dibuka untuk umum pada 28 Februari 2024

Dilansir dari Arab News pada Senin (08/01), Peresmian ini berlangsung atas kerja sama dengan mitra komisi, termasuk Program Pengalaman Ziarah, Kementerian Kebudayaan, Badan Umum Wakaf, Komisi Warisan, dan Perusahaan Pengembangan Kidana.

Wilayah ini mencakup rute pendakian sepanjang 1,2 km dan enam kawasan budaya dan rekreasi berbeda yang memperkaya pengalaman pengunjung.

Sebagai sumber air bersih dan tempat peristirahatan para peziarah, aliran Ayn Zubaida adalah salah satu monumen paling bersejarah di Makkah dan memiliki arti penting bagi umat Islam. Ini juga merupakan simbol kekayaan sejarah dan warisan kota suci.

Pengembangan dan rehabilitasi wilayah Khasirat Ayn Zubaida mencerminkan keinginan komisi tersebut untuk melestarikan kawasan bersejarah di Makkah. Mereka sedang mengembangkan situs-situs untuk meningkatkan kesadaran budaya dan warisan, memperkaya pengalaman penduduk dan pengunjung ke Makkah, dan mempromosikan wisata sejarah di Kerajaan.

Berbicara kepada Arab News, Dr. Mohammed bin Hussein Al-Harethi Al-Sharif, yang berspesialisasi dalam sejarah dan peradaban, mengatakan bahwa Khasirat Ayn Zubaida adalah “salah satu kawasan sejarah dan budaya paling menonjol” dan mencakup warisan kuno yang terkait dengan peradaban Islam.

Al-Sharif menambahkan bahwa selama bertahun-tahun, dia telah menyerukan investasi serupa di lokasi pariwisata dan monumen di seluruh Kerajaan, dan khususnya di Makkah.

Zubaida binti Ja’far Ibn Al-Mansour, seorang putri era Abbasiyah, dikenang karena mempromosikan pembangunan serangkaian sumur, waduk, dan kolam buatan yang menyediakan air bagi peziarah Muslim di sepanjang rute dari Bagdad ke Makkah dan Madinah.

See also  Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Tahun 2019 Capai 85.3

Al-Sharif berkata: “Sangat sulit bagi penduduk dan jamaah Mekah untuk mendapatkan air… ketika Al-Mansour mengetahuinya, dia memerintahkan pembangunan saluran air pada tahun 809-810 di Mekah. Saluran air tersebut disuplai dari sumber air dari Masjid Al-Haram namun jumlahnya tidak mencukupi untuk masyarakat Makkah. Setelah mengalami kerugian yang signifikan, dia memerintahkan sekelompok insinyur untuk membuat mata air untuk saluran air dari Al-Hill.”

Dia menambahkan bahwa Al-Mansour menghabiskan banyak uang dan memerintahkan pembangunan sumber air pertama di saluran air tersebut, namun ternyata tercemar. “Dia memindahkan semua mata air sebelumnya dan membangun mata air baru, yang berfungsi dengan sempurna… dia menghabiskan banyak uang untuk pembangunan beberapa mata air yang berasal dari Al-Hill, termasuk mata air Al-Mishash.”

Kerajaan juga memerintahkan pembangunan sumber air Wadi Nu’man yang mengalir ke Arafah. “Mata air Wadi Nu’man berasal dari Jabal Kara, yaitu gunung yang sangat terjal yang puncaknya berada di tanah Taif. Dari Wadi Nu’man, mata air mengalir ke sebuah situs bernama Al-Ojar, serta ke sebuah situs dengan lahan pertanian yang terletak di antara dua gunung terjal di Arafat, hingga mata air Ain Nu’man mulai mengalir ke Arafat.”

Saluran air tersebut kemudian diarahkan ke Gunung Arafat, tempat para peziarah berkumpul dan berdoa selama haji, dan jalan dari saluran air tersebut diaspal hingga ke kolam, di mana air tersedia untuk diminum para peziarah pada Hari Arafat.

Nasser Bukhari, pengunjung Khasirat Ayn Zubaida, mengatakan bahwa pengembangan ini merupakan “langkah terdepan” dalam menyoroti signifikansi budaya wilayah tersebut bagi Makkah dan sejarahnya dalam sistem ibadah haji.

Tags: Arab SaudiKhasirat Ayn Zubaidamakkah
Previous Post

King Salman Global Academy akan meluncurkan Bulan Bahasa Arab di Indonesia

Next Post

Saudi Resmikan Aplikasi Tawakkalna Sebagai Platform Komunikasi Pemerintahan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks