Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Kisah Sayyidina Abu Bakar, Masih Sempat Jualan Baju Meski Akan Dilantik Menjadi Khalifah

Abi Abdul Jabbar Sidik
25 October 2023 | 15:30
rubrik: Hikmah, Islamika
Kisah Sayyidina Abu Bakar, Masih Sempat Jualan Baju Meski Akan Dilantik Menjadi Khalifah

Ilustrasi Sahabat Abu Bakar As-Siddiq. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Pagi sekali, pada hari Abu Bakar dibaiat menjadi khalifah, ia berangkat ke pasar dengan memikul barang dagangan yang ada di pundaknya. Di tengah jalan, sahabat nabi ini bertemu dengan Sayyidina Umar dan Abu Ubaidah. Melihat Abu Bakar memikul baju tersebut, Umar bin Khattab dan Abu Ubaidah menanyai Abu Bakar,

“Hendak ke manakah engkau, wahai Abu Bakar?”

“Aku akan ke pasar,” jawab Abu Bakar.

“Apa yang akan kau lakukan di sana? Sedangkan siang ini kau akan dibaiat menjadi khalifah pengganti Rasulullah?” tanya Umar dan Abu Ubaidah

Mendengar pertanyaan Umar dan Abu Ubaidah, Abu Bakar menjawab, “Jika aku tidak berdagang, dari mana aku bisa memberi makan keluargaku? ”

“Kaum muslimin akan memberikan secara rutin setiap hari separuh daging kambing dan pakaian, mulai dari kepala sampai perut untuk keluargamu,” kata Umar dan Abu Ubaidah berusaha meyakinkan.

Selain berdagang pakaian, Abu Bakar juga bekerja sebagai pemeras susu kambing. Ia bekerja pada seorang pemilik kambing di daerah tempat tingga yang bernama Al-Hayy. Setelah Abu Bakar dibaiat menjadi khalifah, salah satu pembantu dari Al-Hayy berkata, “Sekarang engkau tidak lagi memerah susu untuk kami.”

Mendengar ucapan dari pembantu Al-Hayy tersebut, Abu Bakar berkata, “Aku akan tetap memerah susu kambing untukmu. Dan aku harap engkau tidak mengubah sikapmu padaku setelah aku mendapat amanah Kekhalifahan ini.”

***

Pemimpin adalah seorang tokoh panutan umat, sekaligus contoh bagi masyarakat pada masanya dan menjadi pelajaran bagi umat sesudahnya. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus mampu memberikan sebuah contoh yang baik. Seorang pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas perkara yang dipimpinnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim :

See also  Syekh Sudais Ingatkan Jemaah Jangan Berebut ke Hajar Aswad Sebelum Salat Usai, Bisa Batalkan Salat

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رعيته

Artinya: Masing-masing dari kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang kepala negara akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpin.

Oleh karena itu, marilah kita tiru kepemimpinan sahabat nabi ini, Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menggenggam hati rakyat. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menjadi teladan bagi generasinya dan generasi sesudahnya.

Sumber : Abu Abdillah Mustafa al-Adwi, As-Shahih Al-Musnad min Fadhoil Ash-Shohabah, Dar Ibnu Affan, Saudi Arabia. 1995

Tags: Abu Bakar As-shiddiqkhalifah islamsahabat rasul
Previous Post

Cara Minum yang Baik Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Next Post

Sejarah Penamaan Hari Jumat, dan Keistimewaan Berdoa pada Hari itu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks