Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Akademisi Nilai Sosialisasi Covid-19 Butuh Keterlibatan Ulama

Abi Abdul Jabbar Sidik
20 July 2020 | 08:00
rubrik: News, Nusantara
Akademisi Nilai Sosialisasi Covid-19 Butuh Keterlibatan Ulama
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, BANDA ACEH — Pengamat dan dosen dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh, Dr Muhammad Saleh Sjafei, SH, M.Si menyatakan sosialisasi pencegahan dan penanganan COVID-19 secara efektif di masyarakat mesti melibatkan para ulama, tokoh agama dan tokoh informal tertentu guna memberikan keyakinan secara maksimal.

“Sosialisasi yang dilakukan harus melibatkan semua unsur, termasuk ulama dan tokoh agama guna memberikan pemahaman secara menyeluruh dan yang juga tidak kalah penting adalah adanya evaluasi terhadap sosialisasi yang telah dilakukan. Apakah sosialisasi sudah berjalan efektif dan jika tidak efektif maka perlu dilakukan pendekatan lain lagi agar pesan-pesan tersampaikan dengan baik ke masyarakat,” katanya di Banda Aceh, Minggu (19/07).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi adanya keluarga yang mengambil paksa pasien yang meninggal dunia terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUdD) Zainoel Abidin Banda Aceh.

Ia menilai sosialisasi yang dilakukan kerapkali secara sepihak, di mana petugas sosialisasi secara formal menerangkan informasi COVID-19 pada masyarakat dan dengan kondisi dan karakteristik masyarakat yang suka diam.

“Artinya, sosialiasi tidak terjadi dua arah, yakni antara sosialisator dengan masyarakat yang menjadi peserta dari sosialisasi COVID-19. Saya menilai para sosialisator tidak peduli, yang penting mereka sudah melaksanakan tugasnya,” katanya.

Menurut dia dalam sosialisasi perlu memandang penting konsep bagaimana agar memungkinkan masyarakat merasa ingin tahu dan untuk bertanya serta mencari informasi COVID-19 pada petugas dan pemda setempat.

“Sosialisasi yang dilakukan ke depan haruslah terjadi di antara dua pihak secara aktif,” katanya.

Ia menambahkan dalam mengantisipasi kasus pengambilan pasien meninggal dunia terkonfirmasi COVID-19, pemerintah dan instansi terkait juga harus memberikan informasi yang lengkap terutama kepada keluarga pasien terhadap kondisi dan ciri-ciri pasien positif COVID-19.

See also  Program Koperasi Keren & UMKM Naik Kelas Kembali Digaungkan

“Pemahaman secara menyeluruh yang disampaikan kepada masyarakat dan keluarga khususnya, akan memberikan sebuah pencerahan sehingga mereka dapat memahami dengan maksimal dengan proses dan tahapan yang dilakukan terhadap pasien meninggal terkonfirmasi COVID-19,” demikian Muhammad Saleh Sjafei.

Tags: sosialisasi covid-19
Previous Post

Geo Dipa Energi dan BNI Berdayakan Masyarakat Kelola Sampah Dieng

Next Post

Pemerintah Gelontorkan Rp 2,7 Triliun untuk Bantu 21 Ribu Pesantren

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks