Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Dituding Tidak Pro Islam, Jokowi: Tiap Minggu Saya ke Pondok Pesantren

Abi Abdul Jabbar Sidik
8 August 2018 | 15:35
rubrik: Nusantara
Dituding Tidak Pro Islam, Jokowi: Tiap Minggu Saya ke Pondok Pesantren

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada acara Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) XII, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8). (foto:setkab)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, BOGOR – Selain soal tudingan antek asing dan isu soal banyaknya tenaga kerja asing di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meluruskan penilaian sejumlah kalangan yang menyebut dirinya tidak Pro-Islam.

Jokowi mengaku tidak mengerti dengan isu tersebut, mengingat dirinya muslim, tiap hari, tiap minggu, tiap bulan, dan tahu ke mana-mana dengan KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat). Bahkan tiap minggu, lanjut Presiden, dirinya masuk ke pondok-pondok pesantren.

“Untuk apa? Saya ingin melihat secara langsung sebetulnya problem kesulitan yang kita hadapi ini apa,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) XII, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8).

Jokowi mengungkapkan pemerintah juga telah membuka 40 bank wakaf mikro di pesantren-pesantren. Masing-masing bank wakaf mikro ini, tambah Presiden, juga diberi modal Rp40 miliar.

Pemerintah bertekad akan memperbanyak lagi jumlah bank wakaf mikro itu. Termasuk yang berkaitan dengan kemitraan, lanjut Presiden, misalnya kayak NU kemarin dengan Garuda Food menanam kacang berapa ratus hektar di Jawa Timur.

Jokowi menilai Kemitraan-kemitraan seperti ini yang akan memperbaiki perekonomian umat. Tanpa pendekatan-pendekatan ekonomi seperti itu, sambung Presiden, maka jurang (gap) antara yang kaya dan yang miskin akan semakin lebar.

“Inilah upaya-upaya yang harus kita lakukan. Jangan sampai ada suara-suara seperti Jokowi tidak pro-Islam,” tegas Jokowi.

Disamping itu,  Jokowi mengungkit lahirnya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 yang dikeluarkan pada 22 Oktober 2015. Keppres tersebut diteken Jokowi sebagai Hari Santri Nasional.

“Jangan sampai ada suara Presiden Jokowi tidak pro Islam. Yang buat Perpres Hari Santri Nasional tuh siapa? Masak sudah kayak gitu dibilang tidak pro Islam,” Paparnya

Untuk itu,  Jokowi mengajak masyarakat tidak terjebak pada isu-isu politik. Ia menilai, isu-isu itu sebetulnya penyebabnya urusan politik sebetulnya. Urusan pilihan Bupati, urusan pilihan Gubernur, pilihan Wali kota, Pilihan Presiden.

See also  Pertamina Ajak Koperasi dan UMKM menjadi Mitra Pertashop

Tampak hadir dalam kesempatan itu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuzy.

Tags: Joko WidodoMa'ruf AminPro IslamRomahurmuzy
Previous Post

Hukum dan Anjuran Berkurban

Next Post

Wahid Foundation: Politisasi Agama Terjadi Akibat Penggunaan Simbol Agama yang Tak Tepat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks