MADANINEWS.ID, QASIM /SAUDI ARABIA – Bagi banyak jemaah umrah asal Indonesia, membawa pulang kurma dari Arab Saudi hampir menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari perjalanan ibadah. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa sebagian besar kurma yang beredar di pasar-pasar Arab Saudi berasal dari satu wilayah yang dikenal sebagai pusat produksi kurma terbesar di kerajaan, yakni Provinsi Qassim.
Setiap tahun, kawasan ini menjadi tuan rumah Buraidah International Dates Carnival, salah satu pasar kurma terbesar di dunia yang mempertemukan petani, pedagang, importir, hingga pelaku industri dari berbagai negara. Tahun ini, karnaval resmi dibuka di selatan Kota Buraidah dan akan berlangsung selama 75 hari hingga 14 Oktober 2026.
Salah Satu Pasar Kurma Terbesar di Dunia
Diselenggarakan oleh National Center for Palms and Dates di bawah naungan Emir Qassim, Pangeran Dr. Faisal bin Mishaal, Buraidah International Dates Carnival telah lama menjadi barometer perdagangan kurma Arab Saudi.
Melansir Saudi Press Agency, Karnaval ini diakui sebagai salah satu pasar kurma terbesar di dunia dan tercatat dalam Guinness World Records. Setiap musim panen, ribuan petani, pedagang, importir, serta pembeli dari berbagai wilayah Arab Saudi maupun mancanegara datang untuk melakukan transaksi sekaligus menjalin kemitraan bisnis.
Keberadaan karnaval tersebut menjadikan Buraidah tidak hanya sebagai pusat perdagangan hasil pertanian, tetapi juga salah satu penggerak utama industri kurma nasional.

Rumah bagi 11 Juta Pohon Kurma
Dominasi Qassim dalam industri kurma didukung oleh potensi pertanian yang sangat besar.
Wilayah ini memiliki sekitar 11 juta pohon kurma dengan produksi tahunan mencapai sekitar 578.000 ton. Industri tersebut menghasilkan nilai ekonomi sekitar SAR3,2 miliar setiap tahun sekaligus menciptakan lebih dari 4.000 lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Data tersebut menegaskan posisi Qassim sebagai salah satu sentra produksi kurma terpenting di Arab Saudi.
Selain menjadi ajang perdagangan, Buraidah International Dates Carnival juga menghadirkan berbagai kegiatan budaya, pariwisata, dan hiburan yang memperkenalkan kekayaan tradisi pertanian masyarakat Qassim.
Pengunjung tidak hanya dapat melihat proses transaksi kurma dalam skala besar, tetapi juga menikmati berbagai aktivitas yang menampilkan warisan budaya lokal sekaligus memperkaya pengalaman wisata selama berada di kawasan tersebut.
Bagi jemaah umrah yang ingin mengenal lebih dekat asal-usul kurma Arab Saudi, festival ini menjadi salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda di luar jalur wisata religi.
Transaksi Kurma Kini Serba Digital
Pada penyelenggaraan tahun ini, National Center for Palms and Dates juga mewajibkan penggunaan sistem transaksi elektronik melalui Seasonal Markets Platform.
Platform digital tersebut diterapkan untuk mengatur proses perdagangan kurma secara lebih efisien, transparan, dan andal.
Melalui sistem ini, hubungan antara petani, pedagang, dan pembeli diformalkan dalam kerangka elektronik yang aman. Selain melindungi hak seluruh pihak yang terlibat, platform tersebut juga membangun basis data yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan di sektor perdagangan kurma.
Digitalisasi ini menjadi bagian dari upaya modernisasi industri kurma Arab Saudi sekaligus memperkuat daya saing komoditas yang selama berabad-abad menjadi salah satu simbol penting kehidupan masyarakat di Jazirah Arab.
