Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Respon Tayangan Xpose Uncensored Trans 7, Menag Minta Jaga Marwah Pesantren dan Tradisi Kesantunan

Abi Abdul Jabbar Sidik
15 October 2025 | 10:00
rubrik: News, Nusantara
Respon Tayangan Xpose Uncensored Trans 7, Menag Minta Jaga Marwah Pesantren dan Tradisi Kesantunan

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjawab pertanyaan wartawan terkait tayangan Trans 7 yang dinilai menyudutkan pesantren dan kyai. (foto:dok kemenag)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kontroversi tayangan program Trans7 yang menyinggung kehidupan santri di pesantren kembali menuai sorotan. Kali ini, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar angkat bicara dan meminta semua pihak untuk menjaga marwah pondok pesantren, lembaga yang telah berabad-abad menjadi benteng moral bangsa Indonesia.

“Saya merasa sangat kaget dan prihatin dengan pemberitaan yang menempatkan pesantren secara negatif. Sekian ratus tahun pondok pesantren berkiprah mendidik manusia Indonesia agar menjadi masyarakat yang beradab, hingga mengkristal dalam nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan moral, karakter, dan kemanusiaan.

“Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi pusat pembentukan moral, karakter, dan kemanusiaan. Mari bersama menjaga marwahnya,” sambungnya.

Menag Prihatin, Ajak Publik Pahami Pesantren Secara Utuh

Menag Nasaruddin menegaskan pentingnya memahami pesantren secara utuh dan kultural. Ia menyebut, lembaga ini telah melahirkan banyak ulama, pemimpin, dan tokoh nasional yang berperan besar dalam perjalanan bangsa.

Pernyataan Menag tersebut disampaikan sebagai respons atas tayangan program “Xpose Uncensored” Trans7 yang memuat narasi satir, di antaranya menyebut bahwa “santri minum susu saja harus jongkok.” Potongan tersebut memicu kritik luas karena dianggap melecehkan tradisi kesantunan pesantren dan penghormatan santri kepada kiai.

Gelombang protes pun datang dari berbagai kalangan, termasuk Pondok Pesantren Lirboyo, yang mendesak Trans7 menarik tayangan tersebut, meminta maaf terbuka, dan memberikan klarifikasi langsung kepada para pengasuh pesantren. Pihak Trans Media akhirnya menyampaikan permohonan maaf publik kepada para kiai dan keluarga besar Pesantren Lirboyo.

Meski menyesalkan kejadian itu, Menag tetap menekankan pentingnya memaafkan dan mengambil hikmah dari peristiwa ini.

See also  Sertijab, Gus Yaqut dan Menag Nasaruddin Umar Saling Beri Apresiasi

“Ya, saya kira itu yang sangat penting buat kita. Mudah-mudahan ini pembelajaran buat kita semuanya,” ujarnya.

Ia juga mengaku akan berangkat ke Jawa Timur untuk bersilaturahmi ke sejumlah pondok pesantren.

“Saya hari ini akan ke Jawa Timur juga untuk bertemu dengan beberapa pondok pesantren,” pungkasnya.

Pesantren, Pusat Keadaban dan Moral Bangsa

Lebih lanjut, Menag menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran besar dalam membentuk masyarakat Indonesia yang santun, taat, dan beradab.

“Kalau mata hati kita melihat, apa yang terjadi di pondok pesantren sekarang ini justru hal yang berkebalikan dari citra negatif. Ada peningkatan yang sangat tajam, orang memasukkan anaknya ke pondok pesantren,” sebutnya.

Ia juga menyoroti tradisi hormat santri kepada kiai sebagai sumber nilai kesantunan sosial yang mengakar di masyarakat.

“Tradisi pesantren mengajarkan kesantunan murid kepada kiai. Dari situ lahir budaya hormat anak kepada orang tua, yang kemudian berimbas pada rakyat yang berbakti kepada pemimpinnya,” jelasnya.

Menurut Menag, keseimbangan antara rakyat dan pemimpin juga tumbuh dari nilai-nilai pesantren.

“Di mana ada rakyat yang santun, di sana biasanya ada pemimpin yang berwibawa. Dan di mana ada pemimpin yang berwibawa, di sana ada rakyat yang santun. Suasana kebatinan seperti inilah yang dibentuk oleh pondok pesantren,” tutupnya.

Tags: boikot trans 7Kemenagkyaimarwah pesantrenmenag nasaruddin umarpesantrenpesantren lirboyoSantritrans 7
Previous Post

Kemenhaj Gandeng Kejagung Awasi Aset dan Dana Haji

Next Post

Lion Air dan Garuda Siap Terbangkan Jemaah Umrah Langsung dari Kertajati

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks