Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Survei: 37 Persen Muslimah RI Belum Pakai Produk Syariah, Ini Alasanny

Abi Abdul Jabbar Sidik
30 July 2026 | 11:00
rubrik: Ekonomi Syariah
Survei: 37 Persen Muslimah RI Belum Pakai Produk Syariah, Ini Alasanny

Popularitas produk keuangan syariah di Indonesia terus meningkat. Namun, tingkat penggunaannya masih tertinggal jauh. Survei terbaru Populix mengungkapkan sebanyak 37 persen perempuan muslim di Indonesia belum menggunakan satu pun produk keuangan syariah, dengan rendahnya pemahaman mengenai cara kerja produk menjadi sebab utamanya. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kesadaran masyarakat terhadap produk keuangan syariah terus meningkat, tetapi belum diikuti dengan tingkat penggunaan yang sebanding. Survei terbaru Populix mengungkapkan sebanyak 37 persen perempuan muslim di Indonesia belum menggunakan satu pun produk keuangan syariah, dengan rendahnya pemahaman mengenai cara kerja produk menjadi faktor penghambat utama.

Temuan tersebut berasal dari survei terhadap 1.100 perempuan muslim di seluruh Indonesia yang menyoroti perilaku dan preferensi konsumen dalam menggunakan layanan keuangan syariah.

Senior Research Director Populix, Indah Tanip, mengatakan tantangan terbesar industri keuangan syariah saat ini bukan lagi membangun kesadaran, melainkan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan mekanisme produk yang ditawarkan.

“Meskipun kesadaran terhadap keuangan syariah sudah mulai terbentuk, masih ada tantangan untuk membantu konsumen memahami bagaimana produk tersebut bekerja, serta manfaat yang relevan bagi kebutuhan mereka sehari-hari.”

Mayoritas Belum Paham Cara Kerja Produk Syariah

Survei menunjukkan, dari responden yang belum menggunakan layanan keuangan syariah, sebanyak 57 persen mengaku belum memahami cara kerja produk tersebut.

Selain itu, 26 persen responden menilai informasi dan edukasi mengenai keuangan syariah masih terbatas.

Sementara itu, 24 persen menganggap akses terhadap layanan keuangan syariah belum cukup mudah, sedangkan 16 persen lainnya mengaku istilah-istilah dalam produk keuangan syariah masih sulit dipahami.

Dipercaya, Tapi Belum Banyak Dipakai

Meski tingkat penggunaannya masih rendah, persepsi perempuan muslim terhadap layanan keuangan syariah tergolong positif.

Sebanyak 70 persen responden menilai produk keuangan syariah lebih tepercaya dibandingkan produk keuangan konvensional.

Selain itu:

  • 69 persen menilai lebih aman.
  • 68 persen menganggap lebih transparan.
  • 64 persen menilai menawarkan harga yang lebih kompetitif.
  • 58 persen menganggap inovasi digitalnya lebih baik.
  • 56 persen menyebut produk keuangan syariah lebih sesuai dengan keyakinan pribadi mereka.
See also  Tahun 2023, Perbankan Syariah Catatkan Perbaikan Rasio NPF

Tabungan Syariah Paling Dikenal, Tapi Penggunanya Masih Rendah

Survei Populix juga menemukan adanya kesenjangan antara tingkat pengenalan dan penggunaan berbagai produk keuangan syariah.

Sebanyak 63 persen responden mengenal tabungan syariah, namun hanya 32 persen yang menggunakannya.

Hal serupa terjadi pada produk lainnya, antara lain:

  • E-wallet atau fintech syariah dikenal 38 persen, digunakan 26 persen.
  • Pegadaian syariah (rahn) dikenal 35 persen, digunakan 9 persen.
  • Reksa dana syariah dikenal 29 persen, digunakan 10 persen.
  • Deposito syariah dikenal 23 persen, digunakan 5 persen.
  • Pembiayaan syariah seperti murabahah, musyarakah, dan ijarah dikenal 16 persen, digunakan 5 persen.
  • Takaful atau asuransi syariah dikenal 12 persen, digunakan 3 persen.
  • Sukuk dan giro syariah masing-masing dikenal 10 persen responden, namun baru digunakan sekitar 2 persen.

Secara keseluruhan, 37 persen responden mengaku belum menggunakan satu pun produk keuangan syariah.

Di sisi lain, pengalaman responden yang telah menggunakan layanan keuangan syariah tergolong positif.

Sebanyak 55 persen menilai proses layanan berlangsung cepat.

Kemudian 54 persen menyebut produk mudah digunakan, 53 persen menilai tampilannya modern, sementara masing-masing 52 persen mengatakan fitur yang tersedia lengkap dan layanan pelanggan responsif.

Peluang Industri Masih Sangat Besar

Populix menilai industri keuangan syariah masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas.

Sebanyak 51 persen responden menyatakan berminat mencoba atau menambah penggunaan produk keuangan syariah dalam enam bulan ke depan.

Namun, mayoritas responden tidak berencana meninggalkan layanan keuangan konvensional.

Sebanyak 64 persen responden lebih memilih menambahkan produk keuangan syariah ke dalam portofolio layanan yang telah dimiliki, sementara hanya sekitar 30 persen yang menyatakan ingin beralih sepenuhnya ke layanan syariah.

Menurut Indah Tanip, kondisi tersebut menunjukkan peluang pertumbuhan industri keuangan syariah lebih banyak datang dari strategi melengkapi kebutuhan konsumen, bukan menggantikan seluruh layanan konvensional.

“Pertumbuhan keuangan syariah tidak melulu tentang perpindahan total. Peluang yang lebih realistis adalah membuat produk syariah cukup relevan dan mudah dipahami sehingga konsumen bersedia menambahkannya ke dalam pilihan instrumen keuangan mereka.”

Tags: Ekonomi SyariahKeuangan Syariahliterasi syariahmuslimah indonesia
Previous Post

Saat Krisis Datang, Bank Syariah Justru Lebih Kuat! Ini Penjelasan Pakar

Next Post

Gelatin Halal Masih Bergantung Impor, IPB Temukan Solusi dari Limbah Ikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks