MADANINEWS.ID, JAKARTA — Air Zamzam menjadi salah satu oleh-oleh yang paling dinantikan jemaah haji dan umrah sepulang dari Tanah Suci. Selain memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi umat Islam, air yang berasal dari sumur Zamzam di Makkah ini juga diyakini membawa keberkahan dan manfaat bagi yang meminumnya.
Tak sedikit jemaah yang menyimpan air Zamzam untuk dikonsumsi secara bertahap atau dibagikan kepada keluarga dan kerabat. Karena itu, cara penyimpanan yang tepat menjadi penting agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.
Selain memperhatikan penyimpanan, umat Islam juga dianjurkan memahami adab ketika meminum air Zamzam agar keberkahannya dapat dirasakan secara optimal.
Pilih Wadah yang Aman dan Berkualitas
Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat menyimpan air Zamzam adalah penggunaan kemasan yang tepat.
Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan yang aman untuk makanan (food grade), bersih, tidak berbau, serta memiliki kualitas yang baik agar tidak memengaruhi rasa maupun kemurnian air.
Jemaah juga dianjurkan menghindari penggunaan botol atau wadah yang mudah bocor dan pecah, terutama jika air Zamzam masih dalam proses perjalanan atau distribusi kepada keluarga.
Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung
Meski dikenal memiliki daya tahan yang baik, air Zamzam tetap perlu disimpan dalam kondisi yang sesuai.
Suhu penyimpanan ideal berada pada kisaran 15 hingga 25 derajat Celcius. Selain itu, air Zamzam sebaiknya tidak diletakkan di tempat yang terkena paparan sinar matahari secara langsung.
Penyimpanan pada lokasi yang teduh dan bersuhu stabil dapat membantu menjaga kualitas air dalam jangka waktu yang lebih lama.
Simpan di Tempat yang Aman
Air Zamzam juga perlu ditempatkan di lokasi yang aman dan stabil agar tidak mudah terjatuh atau tumpah.
Langkah sederhana ini penting terutama bagi mereka yang menyimpan air Zamzam dalam jumlah cukup banyak setelah pulang dari haji atau umrah.
Dengan penyimpanan yang baik, kesegaran air dapat tetap terjaga hingga saat dikonsumsi maupun dibagikan kepada orang lain.
Pastikan Tutup Botol Selalu Rapat
Kebersihan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas air Zamzam.
Karena itu, setiap selesai digunakan, botol atau wadah air Zamzam sebaiknya segera ditutup rapat untuk mencegah masuknya debu, kotoran, maupun bakteri dari lingkungan sekitar.
Cara ini juga membantu menjaga kesegaran air dalam waktu yang lebih lama.
Adab Meminum Air Zamzam
Selain memperhatikan cara penyimpanan, umat Islam juga dianjurkan mengikuti adab ketika meminum air Zamzam.
Salah satu adab yang dianjurkan adalah menggunakan tangan kanan sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW dalam makan dan minum.
Sebelum meminum air Zamzam, umat Islam juga disunnahkan membaca basmalah:
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Bismillahirrahmanirrahim
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
Dianjurkan Minum dalam Tiga Tegukan
Mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, air Zamzam dianjurkan diminum secara perlahan dalam tiga kali tegukan.
Cara tersebut tidak hanya menjadi bagian dari adab minum dalam Islam, tetapi juga memberikan kesempatan untuk lebih menghayati keberkahan yang terkandung di dalamnya.
Berdoa dan Bersyukur Setelah Meminumnya
Air Zamzam memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memanjatkan doa sesuai hajat sebelum maupun sesudah meminumnya.
Doa tersebut dapat berupa permohonan kesehatan, keberkahan rezeki, kemudahan urusan, maupun perlindungan dari berbagai kesulitan.
Setelah meminum air Zamzam, umat Islam juga dianjurkan mengucapkan syukur kepada Allah SWT sebagai bentuk penghargaan atas nikmat yang telah diberikan.
Dengan penyimpanan yang benar serta adab yang sesuai tuntunan, air Zamzam tidak hanya tetap terjaga kualitasnya, tetapi juga menjadi sarana untuk mengingat pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci.
